24 C
id

Rakor Pariwisata Propinsi NTB Gemilang 2019 di Lombok Raya


Pariwisata Lombok Sumbawa Menuju 4,5 Juta Wisatawan 2020 Mendatang

NURANIRAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Rapat koordinasi ( rakor ) yang digelar Dinas Pariwisata Propinsi Nusa Tenggara Barat di Hotel Lombok Raya Rabu (9/110) kemarin. Dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB Doktor Hj. Siti Rohmi Djalilah, General Manager PT. Angkasa Pura. Petinggi PT. ITDC, perwakilan Majelis Ulama Indonesia. Staf ahli Kementrian Pariwisata Indonesia, Kadis Pariwisata Propinsi NTB. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten se Nusa Tenggara Barat stake holder pelaku / pegiat pariwisata dan organisasi /Asosiasi pariwisata di NTB, para Kepala Desa dan juga hadir dari perwakilan Forum Desa Wisata “ Dewi “ TASTURA Lombok Tengah. Dalam sambutannya Wakil Gubernur
Wagub NTB
mengatakan,”Pariwisata di Propinsi NTB adalah tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah pusat, propinsi maupun daerah/Kabupaten ataupun kota. Kalaupun ada persoalan atau masalah tentang pariwisata itu adalah merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Wagub.
Pariwisata NTB adalah pariwisata yang masuk dalam 10 besar destinasi terbaik di Indonesia dan persoalan pariwisata NTB merupakan masalah dan tanggung jawab kita bersama. Destinasi wisata bukan tanggung jawab Propinsi saja tapi merupakan tugas dan tanggung jawab Kabupaten Kota,” ulas Rohmi Djalilah. Diketahui pariwisata NTB saat ini masih dikategorikan dalam tahap pengembangan dan target 4,5 juta wisatawan itu merupakan target ideal dan seluruh aspek perlu mendapat perhatian skala prioritas utama untuk kemajuan pariwisata NTB. Untuk kemajuan pariwisata NTB yang perlu ditekankan dan diprioritaskan adalah aspek kebersihan dan kenyamanan wisatawan. Kebersihan merupakan aspek penting, "percuma kita memiliki keindahan destinasi wisata namun lingkungannya masih kotor dan banyak sampah. Dalam rakor tersebut dibahas juga tentang halal tourism atau pariwisata halal yang mengedepankan nilai nilai islami dalam berwisata .
Moto GP dibahas serius
Pulau Lombok atau NTB pada umumnya adalah pulau atau Propinsi Seribu Masjid kita harus letakkan didalam sanubari kita agar ikon tersebut sejalan dengan pembangunan pariwisata kita. Oleh karena itu pariwisata kita di NTB kita jadikan destinasi pariwisata nomor wahid di Indonesia. Untuk mewujudkan target pariwisata di NTB ada 2 skala prioritas yang kita kembangkan yaitu Green dan Zero Waste, kedua konsep ini merupakan sexy tourism dalam pembangunan pariwisata NTB. Diketahui Green dan Zero Waste adalah bagian dari konsep NTB Gemilang dan NTB Gemilang yang dimaksud adalah NTB bangkit, aman, bersih dan melayani. NTB harus sehat, cerdas, asri, alami, mandiri, sejahtera, adil dan berkah. Diketahui dalam rakor ini pemerintah menargetkan 4,5 juga wisatawan mancanegara pada tahap 2020 mendatang. Target tersebut ditunjukkan dalam simposium dengan tema Pariwisata Lombok Sumbawa menuju 4,5 juta wisatawan yang digelar Dinas Pariwisata Propinsi NTB di Hotel Lombok Raya.
Target 4,5 juta wisatawan ini adalah merupakan target yang masuk akal, karena saat ini NTB khususnya pulau Lombok sedang menjadi skala prioritas pariwisata Nasional dengan dibangunnya KEK Kita Mandalika, Sirkuit moto GP dan juga pengembangan berbagai destinasi wisata desa sebagai desa penyangga yang sangat potensial dikembangkan sebagai destinasi pariwisata alternatif. Dalam kesempatan tersebut dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Acara tersebut berlangsung hingga siang mendekati sore hari. Menurut L. Jasmawadi MT salah seorang pegiat pariwisata dan juga sebagai ketua Forum DEWI “Desa Wisata” TASTURA Lombok Tengah, ia berharap dengan adanya perhatian Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang sangat memprioritaskan pariwisata secara menyeluruh di NTB untuk mensejahterakan dan memakmurkan masyarakatnya
Bukan KEK Kuta Mandalika dan Sirkuit Moto GP saja yang harus diperhatikan, sehingga jangan sampai terkesan kurang memperhatikan desa desa wisata
L.Jasmawadi bersama Gubernur NTB
penyangga di Lombok Tengah atau NTB pada umumnya. Saya kira akan lebih bijak perhatiannya harus merata juga terhadap destinasi destinasi lainnya yang sekiranya potensial untuk dikembangkan. Khusus untuk Desa Wisata, kami dari Forum Desa Wisata TASTURA Lombok Tengah juga harus diperhatikan karena selama ini kami menganggap Propinsi NTB masih tebang pilih dalam memberikan skala prioritas dan pemberdayaan terhadap kami sebagai pegiat pariwisata desa yang tergabung dalam Forum Desa Wisata yang menaungi desa desa wisata di Lombok Tengah, baik desa wisata yang sudah di SK kan Propinsi maupun Kabupaten sebagai Desa Wisata. Dalam rakor tersebut kami berharap semua keluhan dan ide gagasan maupun masukan para peserta rakor bisa diakomodir jangan sampai hasil rakor dan diskusi diskusi tersebut menguap begitu saja tanpa ada solusi. Diharapkan dalam rakor tersebut bisa berjalan dengan baik seperti harapan kita semua,”cetus Jasmawadi.(NRNews29)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4