24 C
id

Diduga Rawan penyimpangan Pengerjaan Jalan di Desa Sukarare Jonggat Dipersoalkan

Photo : Jumasre S.Ip Kepala Desa Sukarare Kecamatan Jonggat Lombok Tengah.
NURANIRAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Pengerjaan jalan desa yang bersumber dari anggaran dana desa tahun 2019 menghubungkan Dusun Kubur Jaran ke Dusun Bun Sambang Desa Sukarare Kecamatan Jonggat mulai dipersoalkan masyarakat karena baru hitungan bulan dikerjakan sudah mulai ada yang rusak. Dari informasi yang dihimpun wartawan dari berbagai sumber mengatakan,” pembangunan jalan tersebut dicurigai rawan KKN atau penyimpangan yang proses pengerjaannya dinilai tidak sesuai RAB. Diketahui pengerjaan jalan desa tersebut sepanjang 1 km dengan anggaran hampir setengah milyar.

Kondisi terkini jalan tersebut sudah mulai ada yang rusak. Kuat dugaan bahan materialnya tidak sesuai Spec atau tidak menggunakan material batu pecah yang seharusnya digunakan, namun pihak penyedia barang dan jasa Pemerintah Desa diduga menggunakan kerikil dari campuran batu cadas dan menggunakan pasir yang berkualitas rendah yang tidak sesuai dengan yang seharusnya digunakan, sehingga mudah rusak. Selain itu dalam hal kebijakan juga kades dinilai terlalu mementingkan timses dan kelompoknya. Kalaupun ada masukan masyarakat diluar timnya dia tidak begitu menggubrisnya,” terang sumber.

Photo : Lokasi kerusakan
Menurut Jumasre S.Ip selaku Kepala Desa Sukarare Kecamatan Jonggat ketika dikonfirmasi wartawan dikantornya Senin (11/11) ia mengatakan,” menurut saya, pengerjaan jalan tersebut sudah sesuai Spec dan sudah selesai seratus persen. Kita juga tetap berkoordinasi dengan perangkat perangkat yang ada seperti PKA atau Pimpinan Ketua Anggaran hingga ketua BPD,”katanya. Diakui Jumasre kita memang belum paham betul secara tekhnis dilapangan ataupun jenis material yang seharusnya dipakai.

Misalnya jenis batu kerikil 35 yang dipakai itu sudah cukup bagus atau tidak, kemudian dari pihak pendamping juga setelah dicek kondisi jalan tersebut, mereka mengatakan sudah kuat dan tidak mudah lebur kemudian untuk mengecek kekuatan jalan itu kita pakai alat berat atau mesin penggilas dengan beban 12 ton, tapi ternyata jalan tersebut tetap kuat. Ditanya tentang dirinya yang sudah mengecek kelapangan kondisi terkini jalan tersebut.
Jumasre mengatakan,”dirinya sudah memeriksa sekitar 1 bulan yang lalu, begitu juga ketika Camat Jonggat turun mengecek kami juga ikut serta kata kepala desa yang didampingi Sekdes Zaenal Rahman S.Pd. Namun ketika wartawan menunjukkan kondisi terkini jalan tersebut melalui foto/gambar setelah mengecek dilapangan” Jumastre yang didampingi Sekdes dan perangkat desa lainnya terdiam salimg pandang dan tidak bisa membantah kondisi jalan yang sudah mulai rusak, pecah pecah atau mengalami keretakan di bagian tengah dan pinggir jalan tersebut.

Foto : jalan rusak
Diakui Kades pengerjaan jalan tersebut sudah selesai namun ia tidak tahu kondisi terkini dengan adanya kerusakan tersebut. Dikatakannya,” anggaran jalan tersebut dari awal pagu dana sejumlah 496 juta, namun yang terserap atau yang kita belanjakan sebesar Rp. 396 902.000, namun yang terpakai sejumlah Rp. 343.165.530. Ditanya mengenai peran seseorang bernama Adis yang disebut sebut sebagai kontraktor yang mengerjakan itu, langsung dibantah kades.
Adis itu adalah orang kita atau warga kita  yang biasa mengerjakan kegiatan atau proyek proyek desa tapi yang jelas bukan kontraktor melainkan sebagai penyedia barang dan jasa jadi pengerjaan jalan itu tidak kita kontraktualkan kita tetap mengerjakan swakelola. Terkait dengan pertanggungjawaban mengenai kerusakan seperti yang di infokan wartawan, ia akan akan turun kelapangan dan akan melakukan evaluasi. (NRNews/29)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4