Peristiwa
NURANIRAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Polemik pergantian nama Bandara Internasional Lombok menjadi BIZAM semakin meluas, hal ini dikhawatirkan membawa sesuatu yang kontraproduktif bagi Lombok Tengah dan Propinsi Nusa Tenggara Barat pada umumnya. Hal ini
membuat Hasan Masat Direktur Lembaga Studi Advokasi Demokrasi Rakyat dan Hak Asasi, angkat bicara. Seperti dikatakannya,” setelah adanya aksi demo penolakan yang dilakukan oleh GERAM ( Gerakan Masyarakat Menolak ) pergantian nama Bandara Internasional Lombok / Lombok Internasional Airport menjadi BIZAM Bandara Internasional Zaenuddin Abdul Majid ke kantor DPRD Propinsi NTB Senin )18/11) kemarin, sehingga menghasilkan salah satu keputusan untuk membuat Pansus.
Menurut Hasan Masat, itu terasa aneh dan lucu jika DPRD prov buat Panitia Khusus atau pansus untuk menyelesaikan masalah bandara, karena sejak awal DPRD terlibat, kok dalam setiap pembahasan penggantian nama Bandara tersebut, jelas dalam konsideran keputusan Menhub No : kp 1421 thn 2018, menyebutkan atas persetujuan DPRD Provinsi NTB dan Majelis Adat Sasak, kan lucu DPRD membuat pansus atas perbuatannya sendiri..masyarakat yang demo kemarin ditelikung secara politik oleh DPRD, berikutnya dalam surat Gubernur No : 559/357.
Gubernur meminta kembali penegasan DPRD untuk mendukung pelaksanaan SK Menhub tersebut, kesan ambigu para pengambil kebijakan ini menandakan ada yang tidak beres dan asal asalan dalam mengkonstruksi perubahan nama bandara tersebut..Belakangan juga DPRD tidak jadi buat Pansus, ini bumerang bagi DPRD, kesan tarik ulur, kebijakan pesanan dan ketidakkonsisten DPRD adalah wajah buruk parlemen yang tidak tahu harus kerjakan apa..yang layak dibuatkan Pansus itu, membongkar mafia penanganan bencana pasca gempa lombok, baru mantap dan takyat ntb akan tahu mafia mafia yang bermain dari perbankkan, dinas, instansi dari provinsu, kota, kabupaten bahkan pihak swasta..ini baru menarik ada pansusnya,”tandas Hasan Masat.(NRNews29)
Hasan Masat : Lucu dan Kurang Kerjaan DPRD NTB Buat Pansus Pergantian nama Bandara
NURANIRAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Polemik pergantian nama Bandara Internasional Lombok menjadi BIZAM semakin meluas, hal ini dikhawatirkan membawa sesuatu yang kontraproduktif bagi Lombok Tengah dan Propinsi Nusa Tenggara Barat pada umumnya. Hal ini
![]() |
| Hasan Masat |
Menurut Hasan Masat, itu terasa aneh dan lucu jika DPRD prov buat Panitia Khusus atau pansus untuk menyelesaikan masalah bandara, karena sejak awal DPRD terlibat, kok dalam setiap pembahasan penggantian nama Bandara tersebut, jelas dalam konsideran keputusan Menhub No : kp 1421 thn 2018, menyebutkan atas persetujuan DPRD Provinsi NTB dan Majelis Adat Sasak, kan lucu DPRD membuat pansus atas perbuatannya sendiri..masyarakat yang demo kemarin ditelikung secara politik oleh DPRD, berikutnya dalam surat Gubernur No : 559/357.
Gubernur meminta kembali penegasan DPRD untuk mendukung pelaksanaan SK Menhub tersebut, kesan ambigu para pengambil kebijakan ini menandakan ada yang tidak beres dan asal asalan dalam mengkonstruksi perubahan nama bandara tersebut..Belakangan juga DPRD tidak jadi buat Pansus, ini bumerang bagi DPRD, kesan tarik ulur, kebijakan pesanan dan ketidakkonsisten DPRD adalah wajah buruk parlemen yang tidak tahu harus kerjakan apa..yang layak dibuatkan Pansus itu, membongkar mafia penanganan bencana pasca gempa lombok, baru mantap dan takyat ntb akan tahu mafia mafia yang bermain dari perbankkan, dinas, instansi dari provinsu, kota, kabupaten bahkan pihak swasta..ini baru menarik ada pansusnya,”tandas Hasan Masat.(NRNews29)

Posting Komentar