Peristiwa
NURANI RAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH-NTB. Koordinator GERAM atau Gerakan Rakyat Menolak ) Perubahan nama BIL, Lalu Hizzi, tuding aksi mendukung
pergantian nama Bandara menggunakan nama ulama' dan santri sebagai tameng, "aksi itu banci dan ngawur," ucap Hizzi.
Berlindung dibalik nama ulama dan santri untuk memaksakan kehendak, cara-cara ini licik dan tidak mendidik, ini kan bukan hari libur, seharusnya santri belajar dan menunaikan tugasnya sebagai seorang pelajar.
Bukan melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan pondok pesantren," Hizzi menyampaikan Departemen Agama harus memberikan sanksi terhadap pengurus-pengurus pondok pesantren yang melakukan kegiatan-kegiatan diluar program kepesantrenan, menurut Hizzi," fenomena ini sering terlihat pada saat-saat jelang gawai politik dan atau sering di manfaatkan elit-elit politik sebagai alatnya
Jika ini dibiarkan terus, maka tujuan dan fungsi didirikan pondok pesantren bukan sebagai tempat menggali ilmu atau majelis ilmu melainkan sebagai tempat doktrin flatform kelompok organisasi atau golongan. "Saya khawatir Pondok Pesantren akan kehilangan marwah, jati diri dan giroh perjuangannya dalam membela aqidah yang benar.
Tolong Departemen Agama memberikan sangsi tegas terhadap pondok pesantren yang mengerahkan santrinya untuk kegiatan-kegiatabyang tidak jelas seperti itu," tandas Hizzi.(NRNews29)
Lalu Hizi : Aksi Dukung Perubahan Nama BIL, Nama Ulama dan santri Dijadikan Tameng
NURANI RAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH-NTB. Koordinator GERAM atau Gerakan Rakyat Menolak ) Perubahan nama BIL, Lalu Hizzi, tuding aksi mendukung
![]() |
| Photo : L. Hizzi ( kaos hitam ) |
Berlindung dibalik nama ulama dan santri untuk memaksakan kehendak, cara-cara ini licik dan tidak mendidik, ini kan bukan hari libur, seharusnya santri belajar dan menunaikan tugasnya sebagai seorang pelajar.
Bukan melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan pondok pesantren," Hizzi menyampaikan Departemen Agama harus memberikan sanksi terhadap pengurus-pengurus pondok pesantren yang melakukan kegiatan-kegiatan diluar program kepesantrenan, menurut Hizzi," fenomena ini sering terlihat pada saat-saat jelang gawai politik dan atau sering di manfaatkan elit-elit politik sebagai alatnya
Jika ini dibiarkan terus, maka tujuan dan fungsi didirikan pondok pesantren bukan sebagai tempat menggali ilmu atau majelis ilmu melainkan sebagai tempat doktrin flatform kelompok organisasi atau golongan. "Saya khawatir Pondok Pesantren akan kehilangan marwah, jati diri dan giroh perjuangannya dalam membela aqidah yang benar.
Tolong Departemen Agama memberikan sangsi tegas terhadap pondok pesantren yang mengerahkan santrinya untuk kegiatan-kegiatabyang tidak jelas seperti itu," tandas Hizzi.(NRNews29)

Posting Komentar