Kesehatan
NURANIRAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH-NTB. Dari informasi yang dihimpun media mengenai Pelatihan untuk pelatih training of trainer ) dari berbagai sumber diketahui bahwa ," untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pencegahan untuk stunting di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat, Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bekerja sama dengan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melakukan “Program Intervensi Stunting Melalui Pendidikan Gizi Dengan Makanan Kekinian Berbahan Pangan Lokal Di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah”. Kegiatan tersebut bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan masyarakat dalam menyiapkan dan menyediakan makanan lokal sesuai prinsip gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita dalam upaya membentuk keluarga sehat. Sasaran pendidikan gizi ini adalah ibu hamil, ibu balita (6-12 bulan) dan ibu baduta (0-24 bulan) di 10 desa lokus stunting di Lombok Tengah dan Lombok Barat ( desa Lembar, Kuripan, Jagaraga, Mesanggok, dan Buwunmas Lombok Barat dan di desa Mantang, Marong, Sukaraja, Dakung, dan Teratak Lombok Tengah ) berdasarkan data kementrian kesehatan RI.
Program intervensi tersebut dimulai dengan audiensi dan koordinasi dengan Pemda di Lombok Barat dan Lombok Tengah. Audiensi dan koordinasi dengan pemda telah dilakukan untuk memperoleh dukungan dari pemerintah daerah. Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas tentang peluang sinergi kegiatan dengan kegiatan pemda yang telah ada hingga memungkinkan untuk keberlangsungan program pendidikan gizi untuk mengatasi masalah stunting di wilayah Lombok Barat dan Lombok Tengah tersebut.
Selain itu, program intervensi ini juga
melakukan survei pendahuluan untuk mengidentifikasi bahan makan lokal dan potensi makanan di Lombok Barat dan Lombok Tengah dengan mempertimbangkan melihat kebiasaan ibu hamil, ibu balita, dan ibu baduta dalam konsumsi makanan, pola asuh makan pada bayi. Hal ini menjadi gambaran penting terkait potensi bahan pangan lokal dan kebiasaan ibu hamil dan ibu balita, dan ibu baduta.
Selanjutnya, dilakukan training for trainer (TOT) yang ditujukan pada tokoh masyarakat setempat. Tokoh masyarakat yang dimaksud adalah bidan, tim penggerak PKK dan kader kesehatan yang merupakan kunci utama untuk berkomunikasi dengan target sasaran program pendidikan gizi. Hasil kegiatan ini diharapkan akan membentuk tim pelatih yang siap untuk melatih ibu-ibu di setiap desa dan menjadi penggerak keberlangsungan kegiatan ini.
Training for trainer (TOT) dilakukan pada hari Sabtu 16 November 2019 di Sunwood
Hotel Arians Mataram, Kota Mataram, NTB. Kegiatan TOT diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari bidan, tim penggerak pkk dan kader dari 10 desa terpilih. Narasumber pelatihan untuk pelatih ini berasal dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM. Kegiatan training of trainer dilakukan dengan metode pemaparan materi, tanya jawab dan diskusi, serta praktik memasak menu makan sehat berbahan pangan lokal yang dipandu oleh pemateri dan fasilitator.
Materi yang diberikan pada TOT tersebut adalah komunikasi perubahan perilaku untuk pola asuh anak yang mendukung
balita, busui, pengembangan menu sehat dan bergizi berbasis pangan lokal, dan praktik memasak. Pada akhir pelatihan, peserta mengembangkan rencana tindak lanjut. TOT ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang makanan bergizi dari bahan pangan lokal dan tumbuh kembang anak, meningkatkan keterampilan mengolah bahan pangan lokal menjadi menu makan sehat, bergizi dan kekinian yang disukai anak dan keluarga dan meningkatkan keterampilan pengukuran antropometri, penggunaan buku KIA, dan agar tercapainya tujuan besar yaitu mengendalikan kejadian stunting di Lombok Barat dan Lombok Tengah.(*)
Pelatihan untuk pelatih (TOT) digelar untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pencegahan stunting di Lombok Tengah
NURANIRAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH-NTB. Dari informasi yang dihimpun media mengenai Pelatihan untuk pelatih training of trainer ) dari berbagai sumber diketahui bahwa ," untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pencegahan untuk stunting di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat, Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bekerja sama dengan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melakukan “Program Intervensi Stunting Melalui Pendidikan Gizi Dengan Makanan Kekinian Berbahan Pangan Lokal Di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah”. Kegiatan tersebut bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan masyarakat dalam menyiapkan dan menyediakan makanan lokal sesuai prinsip gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita dalam upaya membentuk keluarga sehat. Sasaran pendidikan gizi ini adalah ibu hamil, ibu balita (6-12 bulan) dan ibu baduta (0-24 bulan) di 10 desa lokus stunting di Lombok Tengah dan Lombok Barat ( desa Lembar, Kuripan, Jagaraga, Mesanggok, dan Buwunmas Lombok Barat dan di desa Mantang, Marong, Sukaraja, Dakung, dan Teratak Lombok Tengah ) berdasarkan data kementrian kesehatan RI.
Program intervensi tersebut dimulai dengan audiensi dan koordinasi dengan Pemda di Lombok Barat dan Lombok Tengah. Audiensi dan koordinasi dengan pemda telah dilakukan untuk memperoleh dukungan dari pemerintah daerah. Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas tentang peluang sinergi kegiatan dengan kegiatan pemda yang telah ada hingga memungkinkan untuk keberlangsungan program pendidikan gizi untuk mengatasi masalah stunting di wilayah Lombok Barat dan Lombok Tengah tersebut.
Selain itu, program intervensi ini juga
melakukan survei pendahuluan untuk mengidentifikasi bahan makan lokal dan potensi makanan di Lombok Barat dan Lombok Tengah dengan mempertimbangkan melihat kebiasaan ibu hamil, ibu balita, dan ibu baduta dalam konsumsi makanan, pola asuh makan pada bayi. Hal ini menjadi gambaran penting terkait potensi bahan pangan lokal dan kebiasaan ibu hamil dan ibu balita, dan ibu baduta.
Selanjutnya, dilakukan training for trainer (TOT) yang ditujukan pada tokoh masyarakat setempat. Tokoh masyarakat yang dimaksud adalah bidan, tim penggerak PKK dan kader kesehatan yang merupakan kunci utama untuk berkomunikasi dengan target sasaran program pendidikan gizi. Hasil kegiatan ini diharapkan akan membentuk tim pelatih yang siap untuk melatih ibu-ibu di setiap desa dan menjadi penggerak keberlangsungan kegiatan ini.
Training for trainer (TOT) dilakukan pada hari Sabtu 16 November 2019 di Sunwood
Hotel Arians Mataram, Kota Mataram, NTB. Kegiatan TOT diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari bidan, tim penggerak pkk dan kader dari 10 desa terpilih. Narasumber pelatihan untuk pelatih ini berasal dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM. Kegiatan training of trainer dilakukan dengan metode pemaparan materi, tanya jawab dan diskusi, serta praktik memasak menu makan sehat berbahan pangan lokal yang dipandu oleh pemateri dan fasilitator.
Materi yang diberikan pada TOT tersebut adalah komunikasi perubahan perilaku untuk pola asuh anak yang mendukung
balita, busui, pengembangan menu sehat dan bergizi berbasis pangan lokal, dan praktik memasak. Pada akhir pelatihan, peserta mengembangkan rencana tindak lanjut. TOT ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang makanan bergizi dari bahan pangan lokal dan tumbuh kembang anak, meningkatkan keterampilan mengolah bahan pangan lokal menjadi menu makan sehat, bergizi dan kekinian yang disukai anak dan keluarga dan meningkatkan keterampilan pengukuran antropometri, penggunaan buku KIA, dan agar tercapainya tujuan besar yaitu mengendalikan kejadian stunting di Lombok Barat dan Lombok Tengah.(*)





Posting Komentar