Lombok Tengah
Samsul Qomar : Darurat Narkoba, Suhaili Fathul Dipertanyakan Komitmennya Dirikan BNNK Loteng
NURANIRAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Samsul Qomar ketua MPC Pemuda Pancasila Loteng dalam prees rellease yang diberikan kepada wartawan mengatakan,"
Terungkapnya narkoba jenis sabu seberat 2 kg yang di selundupkan lewat Bandara dari Aceh adalah bukti pengawasan terhadap barang masuk di Bandara Internasional Lombok ( BIL ) lemah, tak sesuai prosedur dan longgar.
Kami sesalkan ada barang haram berupa narkoba bisa masuk jalur Bandara, pihak otoritas BIL harusnya lebih memperketat pengawasan dan penjagaan," jangan jangan ini yang berhasil di tangkap barang kecil, barang besarnya mungkin lolos," kata Samsul Qomar.
Semestinya otoritas BIL memperketat penjagaan dan lebih intens lagi, jangan sampai kita menuduh pihak AP sengaja memberikan kelonggaran kepada bandar dan pengedar, tidak hanya itu manager AP harus lebih pro aktif lagi, beda dengan manager sebelumnya, sering sekali dia sidak dan kontrol anak buahnya, sementara yang sekarang, tidak pernah saya dengar ada kebijakan yang bagus.
Untuk itu kita meminta AP pusat untuk mengevaluasi manager BIL karena selain tidak bisa mengakomodir kepentingan pedagang juga lalai dalam menjaga Lombok dan NTB dari masuknya barang haram. Kayaknya manager AP perlu di evaluasi oleh pusat, dia saya lihat tidak ada greget dalam mengelola AP Lombok," kata Qomar
Dikatakannya," Peredaran di Lombok untuk Narkoba sudah tahap parah dan darurat statusnya, terbukti dari banyaknya kasus narkoba yang menjadi tahanan baik di polres maupun lapas. Malah percobaan test urine yang di lakukan oleh BNN di salah satu warnet saja membuktikan anak anak usia SMP sudah positif menggunakan narkoba, cuma jenisnya yang berbeda mulau dari ganja, sabu sampe obat terlarang di jual bebas.
Oleh karena itu Pemuda Pancasila mendesak Pemda agar segera mendirikan BNNK di Lombok Tengah karena menjadi pintu masuk NTB, jangan berwacana saja banyak kantor kosong pakai jadi kantor BNNK "gak perlu banyak alasan, kecuali memang Pemda Loteng tak mau tahu atau tutup mata jarang jarang terhadap peredaran narkoba.
Jika sampai 2020 pertengahan ini pemerintah Suhaili - Pathul tak bisa mendirikan BNNK maka patut kita pertanyakan komitmennya dalam pemberantasan narkoba.
Narkoba merusak generasi kita harus kita lawan dan perangi bersama kata," Samsul Qomar.( NRNews/*)
Kebobolan Narkoba BIL Perlu diperketat
Samsul Qomar : Darurat Narkoba, Suhaili Fathul Dipertanyakan Komitmennya Dirikan BNNK Loteng
NURANIRAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Samsul Qomar ketua MPC Pemuda Pancasila Loteng dalam prees rellease yang diberikan kepada wartawan mengatakan,"
![]() |
| Photo : Samsul Qomar |
Kami sesalkan ada barang haram berupa narkoba bisa masuk jalur Bandara, pihak otoritas BIL harusnya lebih memperketat pengawasan dan penjagaan," jangan jangan ini yang berhasil di tangkap barang kecil, barang besarnya mungkin lolos," kata Samsul Qomar.
Semestinya otoritas BIL memperketat penjagaan dan lebih intens lagi, jangan sampai kita menuduh pihak AP sengaja memberikan kelonggaran kepada bandar dan pengedar, tidak hanya itu manager AP harus lebih pro aktif lagi, beda dengan manager sebelumnya, sering sekali dia sidak dan kontrol anak buahnya, sementara yang sekarang, tidak pernah saya dengar ada kebijakan yang bagus.
Untuk itu kita meminta AP pusat untuk mengevaluasi manager BIL karena selain tidak bisa mengakomodir kepentingan pedagang juga lalai dalam menjaga Lombok dan NTB dari masuknya barang haram. Kayaknya manager AP perlu di evaluasi oleh pusat, dia saya lihat tidak ada greget dalam mengelola AP Lombok," kata Qomar
Dikatakannya," Peredaran di Lombok untuk Narkoba sudah tahap parah dan darurat statusnya, terbukti dari banyaknya kasus narkoba yang menjadi tahanan baik di polres maupun lapas. Malah percobaan test urine yang di lakukan oleh BNN di salah satu warnet saja membuktikan anak anak usia SMP sudah positif menggunakan narkoba, cuma jenisnya yang berbeda mulau dari ganja, sabu sampe obat terlarang di jual bebas.
Oleh karena itu Pemuda Pancasila mendesak Pemda agar segera mendirikan BNNK di Lombok Tengah karena menjadi pintu masuk NTB, jangan berwacana saja banyak kantor kosong pakai jadi kantor BNNK "gak perlu banyak alasan, kecuali memang Pemda Loteng tak mau tahu atau tutup mata jarang jarang terhadap peredaran narkoba.
Jika sampai 2020 pertengahan ini pemerintah Suhaili - Pathul tak bisa mendirikan BNNK maka patut kita pertanyakan komitmennya dalam pemberantasan narkoba.
Narkoba merusak generasi kita harus kita lawan dan perangi bersama kata," Samsul Qomar.( NRNews/*)

Posting Komentar