24 C
id

SMA Negri 1 Janapria Bersiap Siap Hadapi Ujian



NURANIRAKYAT NEWS.LOMBOK TENGAH-NTB. H. Wildan S.Pd selaku Kepala SMA Negeri 1 Janapria baru baru ini mengatakan kepada awak media, Terkait dengan persiapan ujian SMA Negeri 1 Janapria,
H. Wildan S.Pd
siswa kelas 3 saat ini sedang melaksanakan beberapa program demi kelulusan yang akan diraih oleh siswa dengan program sudah berjalan sejak pertengahan januari tahun 2020, sampai saat ini masih berjalan.

Ia mengatakan, kita juga ada les tambahan disore hari Alhamdulillah sudah dimulai dari 10 hari lalu, untuk sorenya murni untuk membahas kisi-kisi Ujian Nasional (UN) seperti penyampaian materi, tehnik membedah soal, tehnik menjawab soal, karena soal memiliki kriteria rendah, sedang dan tinggi, nah, itu yang akan diperkenalkan kepada siswa, sehingga nanti ketika UNBK mereka mengenal soal tersebut agak tidak terkesan kaget setelah menghadapi UN," kata H.Wildan.

Dikatakannya saat ini, dengan jumlah siswa sebanyak 145 dari 3 jurusan yaitu Bahasa, IPS dan IPA berkaitan juga dengan ketersediaan fasilitas kita yang tidak mencukupi, namun kami tetap berusaha untuk memfasilitasi dengan komputer kami sejumlah 38 unit dan nanti kekurangannya akan kita pinjamkan laptop di guru-guru atau siswa bila perlu kita akan pinjamkan ditetangga," katanya.

Adapun kendala yang kita hadapi sebelumnya saat UNBK sebelumnya adalah mengenai token yang telat keluar, karena dasar token itu maka akan muncul soal dan terjadi, cuma pada saat pertama, kedua ketiga dan seterusnya tidak terjadi lagi, cuman kendalanya tahun kemaren kita hanya waspada dengan listrik PLN saja, tetapi dengan adanya MoU pihak PLN untuk beberapa hari pelaksanaan itu untuk tidak ada pemadaman,” katanya.

H. Wildan juga menjelaskan, Perbedaan program sekolah dari tahun-tahun sebelumnya itu menerapkan program membaca 5 menit membaca “sekarangkan ada sistim BPK dan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bagian dari sekolah, bagaimana agar anak-anak bisa mengembangkan diri untuk lebih menumbuhkembangkan minat membaca, disamping itu juga ada hal-hal positif yang didapatkan dengan bacaan apapun diinginkan, yang penting mereka berkeinginan untuk membaca, seperti buku pelajaran, koran, terlebih membaca Al-Qur’an dan lainnya, karena terbentuknya program ini membuat jumlah buku perpustakaan berkurang.
Untuk kedepan kami menginginkan yang terbaik bagi siswa, agar mereka dapat menyelesaikan ujian dengan lancar hingga setelah lulus dapat diterima diperguruan tinggi," kata H. Wildan. ( NRNews/Fitri )

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4