Headline
NURANIRAKYATNEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Pada hari Selasa ( 7/1) Wakil Bupati Lombok Tengah HL. Fathul Bahri S.IP dan jajarannya menerima rombongan dari Badan Narkotika Nasional Propinsi NTB
(BNNP NTB) dirupatama Bupati Lombok Tengah guna membahas tentang maraknya narkoba. Dalam pertemuan tersebut BNNP NTB memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Lombok Tengah karena Narkoba Sudah cukup mencemaskan dikalangan generasi muda dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut dikatakan wakil Bupati, peredaran narkoba ini hendaknya ditangani secara kontinyu dan Lebih optimal lagi hal ini bisa dilakukan dengan melakukan sosialisasi sosialisasi kepada masyarakat dan generasi muda. Dikatakannya, untuk mengatasi peredaran narkoba, Pemkab Loteng akan melakukan test urine kepada para ASN masyarakat dan lainnya sebagai langkah pencegahan dan mempersempit ruang gerak narkoba. Kita juga sudah mengusulkan agar BNNK segera dibuat di Lombok Tengah kata Wabup.
Dikatakannya usulan untuk membuat BNNK Loteng sebenarnya sudah dilakukan 10 tahun yang lalu namun itu tertunda karena adanya moratorium oleh pihak kementrian yang menangani hal itu. Intinya kami terus berkeinginan untuk mengatasi peredaran narkoba di Lombok Tengah karena penanganan ini penting sekali, Jika Semua masyarakat memakai narkoba jelas mereka yang akan rusak mentalnya dan mereka juga akan semakin miskin dan bodoh dengan mengkonsumsi narkoba. Dikatakan wabup dirinya Sangat prihatin dengan maraknya peredaran narkoba bukan karena banyaknya pelaku yang ditangkap namun sekarang narkoba ini sudah merambah kedesa desa dan melanda kalangan pelajar dan masyarakat dan ibu rumah tanggapun tidak luput dari namanya narkoba.
Kami juga meminta kepada BNNP untuk membantu kami bekerjasama menangani narkoba.
Dikatakan Wabup terlebih Dengan adanya KEK Mandalika maupun Sirkuit MotoGP kita Harus bersama sama untuk melakukan pencegahan terutama yang paling berperan adalah para orang tua,” Tegas Wabup.
Ditempat yang sama menurut Gede Sugianyar Dwi Putra selaku Kepala BNNP Propinsi NTB. Ia mengatakan Kabupaten Lombok Tengah menjadi skala prioritas dan Kabupaten ini harus memiliki BNNK namun diakui Karena terkendala dengan moratorium kementrian yang menangani hal itu, sehingga menjadi tertunda dan diakui juga anggaran BNN saat ini dinilai masih minim, nama pihaknya akan terus berkoordinasi Dengan semua Kabupaten/kota di propinsi NTB termasuk Lombok Tengah agar bersama sama melakukan pencegahan, apalagi Dengan keberadaan Sirkuit MotoGP di Kabupaten Lombok Tengah yang akan membuat semakin maju tentu harus diantisipasi untuk mempersempit dan memberantas ruang gerak peredaran narkoba yang semakin mengkhawatirkan.
Dikatakan Ketua BNNP Propinsi,” sesuai dengan data jumlah masyarakat NTB yang memakai narkoba hingga sekarang menurut data, jumlahnya sudah mencapai 63 ribu orang, hal ini didapatkan dari penelitian yang dilakukan Oleh Universitas Indonesia dan BNN dalam penyalahgunaan narkoba. Sementara jumlah pengguna narkoba di Loteng yang mengusulkan direhabilitasi adalah sekitar 179 orang. Data ini belum dihitung Dengan jumlah pelaku yang masih belum mengusulkan atau pelaku yang ditangkap,” kata Gede Sugianyar.
Ia juga menjelaskan peredaran narkoba ini sudah merambah para pelajar sekolah, sehingga pihaknya harus gencar melakukan pencegahan bahkan bagi warga yang melapor secara sukarela dan terlibat dalam jaringan dan penggunaan narkoba, maka dia tidak akan dikenakan sanksi hukuman dia akan diberikan rehabilitasi secara gratis, Akan tetapi bila ia tertangkap karena mengkonsumsi narkoba, mereka akan ditindak dengan hukum yang berlaku. Oleh karena itu kita harapkan pada semua stake holder yang ada agar bersatu padu melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba secara kontinyu demi menyelamatkan generasi muda dan masyarakat dari pengaruh narkoba,” katanya. (NRNews/Nal)
Wakil Bupati Loteng : Tangani Narkoba Pemda Loteng Akan Kerjasama Dengan BNNP NTB
NURANIRAKYATNEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Pada hari Selasa ( 7/1) Wakil Bupati Lombok Tengah HL. Fathul Bahri S.IP dan jajarannya menerima rombongan dari Badan Narkotika Nasional Propinsi NTB
![]() |
| Wabup Loteng |
Dalam kesempatan tersebut dikatakan wakil Bupati, peredaran narkoba ini hendaknya ditangani secara kontinyu dan Lebih optimal lagi hal ini bisa dilakukan dengan melakukan sosialisasi sosialisasi kepada masyarakat dan generasi muda. Dikatakannya, untuk mengatasi peredaran narkoba, Pemkab Loteng akan melakukan test urine kepada para ASN masyarakat dan lainnya sebagai langkah pencegahan dan mempersempit ruang gerak narkoba. Kita juga sudah mengusulkan agar BNNK segera dibuat di Lombok Tengah kata Wabup.
Dikatakannya usulan untuk membuat BNNK Loteng sebenarnya sudah dilakukan 10 tahun yang lalu namun itu tertunda karena adanya moratorium oleh pihak kementrian yang menangani hal itu. Intinya kami terus berkeinginan untuk mengatasi peredaran narkoba di Lombok Tengah karena penanganan ini penting sekali, Jika Semua masyarakat memakai narkoba jelas mereka yang akan rusak mentalnya dan mereka juga akan semakin miskin dan bodoh dengan mengkonsumsi narkoba. Dikatakan wabup dirinya Sangat prihatin dengan maraknya peredaran narkoba bukan karena banyaknya pelaku yang ditangkap namun sekarang narkoba ini sudah merambah kedesa desa dan melanda kalangan pelajar dan masyarakat dan ibu rumah tanggapun tidak luput dari namanya narkoba.
Kami juga meminta kepada BNNP untuk membantu kami bekerjasama menangani narkoba.
Dikatakan Wabup terlebih Dengan adanya KEK Mandalika maupun Sirkuit MotoGP kita Harus bersama sama untuk melakukan pencegahan terutama yang paling berperan adalah para orang tua,” Tegas Wabup.
Ditempat yang sama menurut Gede Sugianyar Dwi Putra selaku Kepala BNNP Propinsi NTB. Ia mengatakan Kabupaten Lombok Tengah menjadi skala prioritas dan Kabupaten ini harus memiliki BNNK namun diakui Karena terkendala dengan moratorium kementrian yang menangani hal itu, sehingga menjadi tertunda dan diakui juga anggaran BNN saat ini dinilai masih minim, nama pihaknya akan terus berkoordinasi Dengan semua Kabupaten/kota di propinsi NTB termasuk Lombok Tengah agar bersama sama melakukan pencegahan, apalagi Dengan keberadaan Sirkuit MotoGP di Kabupaten Lombok Tengah yang akan membuat semakin maju tentu harus diantisipasi untuk mempersempit dan memberantas ruang gerak peredaran narkoba yang semakin mengkhawatirkan.
Dikatakan Ketua BNNP Propinsi,” sesuai dengan data jumlah masyarakat NTB yang memakai narkoba hingga sekarang menurut data, jumlahnya sudah mencapai 63 ribu orang, hal ini didapatkan dari penelitian yang dilakukan Oleh Universitas Indonesia dan BNN dalam penyalahgunaan narkoba. Sementara jumlah pengguna narkoba di Loteng yang mengusulkan direhabilitasi adalah sekitar 179 orang. Data ini belum dihitung Dengan jumlah pelaku yang masih belum mengusulkan atau pelaku yang ditangkap,” kata Gede Sugianyar.
Ia juga menjelaskan peredaran narkoba ini sudah merambah para pelajar sekolah, sehingga pihaknya harus gencar melakukan pencegahan bahkan bagi warga yang melapor secara sukarela dan terlibat dalam jaringan dan penggunaan narkoba, maka dia tidak akan dikenakan sanksi hukuman dia akan diberikan rehabilitasi secara gratis, Akan tetapi bila ia tertangkap karena mengkonsumsi narkoba, mereka akan ditindak dengan hukum yang berlaku. Oleh karena itu kita harapkan pada semua stake holder yang ada agar bersatu padu melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba secara kontinyu demi menyelamatkan generasi muda dan masyarakat dari pengaruh narkoba,” katanya. (NRNews/Nal)

Posting Komentar