Lombok Tengah
Rebe Bonder : Ini adalah sikap banci dan terbodoh yang pernah kami temui cara menyelesaikan konflik
NURANIRAKYATNEWS.LOMBOK TENGAH-NTB. Slamet Riadi alias Rebe Ketua GPPD NTB ( Gerakan Pemuda Peduli
Pembangunan NTB melalui press rellease yang diberikan kepada wartawan terkait bantuan Pemprop kepada Desa Lingkar Bandara, ia mengatakan, Mendengar informasi di media sosial sangat di sayangkan sikap Gubernur melalui OPD Provinsi hingga pusat telah melakukan kesalahan yang sangat fatal, sangat tidak adil, kalau kita bicara soal Lingkar Bandara bukan hanya desa yang di sebut di atas saja, diketahui Desa Bonder Kecamatan Praya Barat juga adalah bagian ring 1 Lingkar Bandara.
Rebe mengatakan," kalau memang Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur bisa mengedepankan asas pemerataan dengan prinsip keadilan dan tidak ada tendensi maupun motivasi lainnya dalam memberikan bantuan, mohon di catat kami sebagai warga sekitar BIL juga butuh keadilan seperti desa lainnya, karena dampak BIL ini sampai hari ini kami rasakan lebih banyak tidak ada untungnya, tercatat dari tahun 2015 hingga sekarang sikap Bandara atau PT. Angkasa Pura dalam operasional mereka, kenapa curah hujan berkurang.
Saya yakin ini disebabkan oleh laser yang dikerjakan PT. AP, ini sangat berpengaruh, tidak jarang warga jadi korban demi lancarnya aktivitas perusahaan ini. Kami sadar bahwa kami bernegara bahwasanya ini semua kebijakan dari pemerintah siap kami terima, namun sekelumit tangis warga melihat kekeringan ini sangat berdampak pada ekonomi masyarakat petani sekitar, sekarang kami menjerit, di tambah lagi pembangunan MotoGP di target tahun ini harus maksimal maka tidak menutup kemungkinan sikap itu juga di lakukan demi sebuah kejar target.
Kami sayangkan sikap pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat yang menilai kami berbeda," ungkap Rebe. Sikap paling lucu dan terbodoh dalam sejarah cara menyelesaikan konflik ini sangat tidak elok, berikut 4 desa yang mendapatkan suntikan dana tak lebih sebagai straregi adu Domba untuk meredam masalah yang terjadi soal perdebatan nama Bandara.
Rebe mengatakan diketahui," desa yang me dapatkan bantuan rayuan itu, tercatat Desa Penujak akan dialokasikan Dana sekitar Rp. 2. 067. 500.000, Desa Ketare, Rp. 1.235.000.000, Desa Sengkol, Rp. 1.627.500.000, dan Desa Tanak Awu sendiri akan mendapatkan kurang lebih Rp. 6.732.500.00, yang bersumber dari APBD dititipkan di beberapa OPD Provinsi NTB, seperti Dinas Perkim, Dispar, Dinas ESDM, Dinas PUPR, Dinas Koperasi dan UMKM, Dispora dan Dinas Perhubungan.
Ini adalah sikap banci yang pernah kami temui dan benar-benar bodoh, " kata Rebe. Ini juga seperti memperlihatkan teori kepemimpinan handuk lusuh. Ini tidak lebih dari adu domba masyarakat antar desa yang rawan menimbulkan potensi konflik social. Diketahui bukan masyarakat 4 desa lingkar BIL itu saja yang menolak, namun kami secara umum warga masyarakat Lombok Tengah mayoritas menolak pergantian nama BIL menjadi BIZAM," tegas Rebe yang juga sebagai ketua Pemuda HKTI NTB ini. (NRNews29)
Bantuan Pemprop Untuk Desa Lingkar BIL Gubernur Dan Wagub "Tolong Catat Ini.
Rebe Bonder : Ini adalah sikap banci dan terbodoh yang pernah kami temui cara menyelesaikan konflik
NURANIRAKYATNEWS.LOMBOK TENGAH-NTB. Slamet Riadi alias Rebe Ketua GPPD NTB ( Gerakan Pemuda Peduli
![]() |
| Photo : Slamet Riadi |
Rebe mengatakan," kalau memang Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur bisa mengedepankan asas pemerataan dengan prinsip keadilan dan tidak ada tendensi maupun motivasi lainnya dalam memberikan bantuan, mohon di catat kami sebagai warga sekitar BIL juga butuh keadilan seperti desa lainnya, karena dampak BIL ini sampai hari ini kami rasakan lebih banyak tidak ada untungnya, tercatat dari tahun 2015 hingga sekarang sikap Bandara atau PT. Angkasa Pura dalam operasional mereka, kenapa curah hujan berkurang.
Saya yakin ini disebabkan oleh laser yang dikerjakan PT. AP, ini sangat berpengaruh, tidak jarang warga jadi korban demi lancarnya aktivitas perusahaan ini. Kami sadar bahwa kami bernegara bahwasanya ini semua kebijakan dari pemerintah siap kami terima, namun sekelumit tangis warga melihat kekeringan ini sangat berdampak pada ekonomi masyarakat petani sekitar, sekarang kami menjerit, di tambah lagi pembangunan MotoGP di target tahun ini harus maksimal maka tidak menutup kemungkinan sikap itu juga di lakukan demi sebuah kejar target.
Kami sayangkan sikap pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat yang menilai kami berbeda," ungkap Rebe. Sikap paling lucu dan terbodoh dalam sejarah cara menyelesaikan konflik ini sangat tidak elok, berikut 4 desa yang mendapatkan suntikan dana tak lebih sebagai straregi adu Domba untuk meredam masalah yang terjadi soal perdebatan nama Bandara.
Rebe mengatakan diketahui," desa yang me dapatkan bantuan rayuan itu, tercatat Desa Penujak akan dialokasikan Dana sekitar Rp. 2. 067. 500.000, Desa Ketare, Rp. 1.235.000.000, Desa Sengkol, Rp. 1.627.500.000, dan Desa Tanak Awu sendiri akan mendapatkan kurang lebih Rp. 6.732.500.00, yang bersumber dari APBD dititipkan di beberapa OPD Provinsi NTB, seperti Dinas Perkim, Dispar, Dinas ESDM, Dinas PUPR, Dinas Koperasi dan UMKM, Dispora dan Dinas Perhubungan.
Ini adalah sikap banci yang pernah kami temui dan benar-benar bodoh, " kata Rebe. Ini juga seperti memperlihatkan teori kepemimpinan handuk lusuh. Ini tidak lebih dari adu domba masyarakat antar desa yang rawan menimbulkan potensi konflik social. Diketahui bukan masyarakat 4 desa lingkar BIL itu saja yang menolak, namun kami secara umum warga masyarakat Lombok Tengah mayoritas menolak pergantian nama BIL menjadi BIZAM," tegas Rebe yang juga sebagai ketua Pemuda HKTI NTB ini. (NRNews29)

Posting Komentar