Headline
Diruang kerjanya Pada kesempatan itu pula hadir koordinator umum GERAM NTB. Lalu Hizzi dan camat Pujut H. Lalu Sungkul, disampaikan oleh beberapa perwakilan yang terdiri dari tokoh setempat termasuk beberapa Kadus dari Desa Ketare dan Rembitan bahwa meskipun desa-desa Lingkar Bandara tersebut telah dijanjikan program, namun itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus konsisten dan istiqomah mempertahankan agar BIL-LIA tidak diganti bahkan mereka lebih ekstrim mengatakan siap angkat senjata mesiat berperang sampai habis habisan.
Salah satu kadus menyampaikan," Kami masih tetap solid, 99,9% kami warga masyarakat Lingkar Bandara masih tetap komit mempertahankan nama BIL atau LIA, kami tidak akan terpengaruh dengan iming-iming apapun," imbuhnya. Sementara Lalu Hizzi berpendapat bahwa program yang diberikan Pemprov itu adalah program tendensius. " Program itu memang sudah direncanakan jauh sebelumnya dan ada beberapa program yang di klaim Pemprov merupakan program daerah Lombok Tengah " ungkap Hizzi.
Momentumnya juga tidak tepat itu sama halnya pemprov sedang membuat agitasi propaganda dan pecah belah ditengah-tengah masyarakat Lombok Tengah demi untuk memperoleh dukungan pergantian nama bandara sambung Koordinator pergerakan penolakan pergantian nama bandara itu.
Kami masyarakat Lombok Tengah masih solid dan tetap konsisten menolak perubahan nama bandara, kami tidak bisa dibayar dengan apapun. Jadi jangan pernah berhayal dan berharap harga diri daerah kami bisa kalian beli dan ecer sesulanhati pejabat Pemporov yang dinilai rakus dengan kekuasaan. Mereka ini seperti memainkan politik Adu Domba memecah belah masyarakat Lingkar BIL. Oleh karena itu kami akan tetap melawan, melawan dan terus melawan. " tegas Hizi.(NRNews29)
Bantuan Pemprov NTB Dinilai Propaganda dan Memecah Belah Masyarakat Lingkar BIL
Diruang kerjanya Pada kesempatan itu pula hadir koordinator umum GERAM NTB. Lalu Hizzi dan camat Pujut H. Lalu Sungkul, disampaikan oleh beberapa perwakilan yang terdiri dari tokoh setempat termasuk beberapa Kadus dari Desa Ketare dan Rembitan bahwa meskipun desa-desa Lingkar Bandara tersebut telah dijanjikan program, namun itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus konsisten dan istiqomah mempertahankan agar BIL-LIA tidak diganti bahkan mereka lebih ekstrim mengatakan siap angkat senjata mesiat berperang sampai habis habisan.
Salah satu kadus menyampaikan," Kami masih tetap solid, 99,9% kami warga masyarakat Lingkar Bandara masih tetap komit mempertahankan nama BIL atau LIA, kami tidak akan terpengaruh dengan iming-iming apapun," imbuhnya. Sementara Lalu Hizzi berpendapat bahwa program yang diberikan Pemprov itu adalah program tendensius. " Program itu memang sudah direncanakan jauh sebelumnya dan ada beberapa program yang di klaim Pemprov merupakan program daerah Lombok Tengah " ungkap Hizzi.
Momentumnya juga tidak tepat itu sama halnya pemprov sedang membuat agitasi propaganda dan pecah belah ditengah-tengah masyarakat Lombok Tengah demi untuk memperoleh dukungan pergantian nama bandara sambung Koordinator pergerakan penolakan pergantian nama bandara itu.
Kami masyarakat Lombok Tengah masih solid dan tetap konsisten menolak perubahan nama bandara, kami tidak bisa dibayar dengan apapun. Jadi jangan pernah berhayal dan berharap harga diri daerah kami bisa kalian beli dan ecer sesulanhati pejabat Pemporov yang dinilai rakus dengan kekuasaan. Mereka ini seperti memainkan politik Adu Domba memecah belah masyarakat Lingkar BIL. Oleh karena itu kami akan tetap melawan, melawan dan terus melawan. " tegas Hizi.(NRNews29)

Atas Nama Forum Desa Wisata TASTURA Loteng tetap menolak Pergantian Nama BIL dan itu semua Kami anggap Pemaksaan Kehendak dan Propikativ
BalasHapus