24 C
id

Disayangkan, Desa Wisata Bonjeruk Dinilai Rawan Pencurian

Gde Mong : Mengenai Gangguan Kamtibmas Kami Selalu Berkoordinasi Dengan Pihak Kepolisian

NURANIRAKYATNEWS. LOMBOK TENGAH-NTB. Peristiwa pencurian ternak didusun Bat Peken Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat pada malam Sabtu lalu seperti yang dimuat di media ini sebelumnya, telah meresahkan masyarakat. Kejadian pencurian pada malam itu telah merugikan pemilik sapi bernama Amak Dengker. Dia kehilangan 2 ekor sapi. Hal tersebut dibenarkan L. Audia Rahman saat dikonfirmasi NRNews Selasa (18/2).

Menurut Audia Rahman yang akrab disapa Gde Mong ini mengatakan, terkait kasus pencurian pada malam Sabtu sebelumnya sangat kami sayangkan. Dimana
Kepala Desa Bonjeruk
Lalu Audia Rahman
Alias Gde Mong
kebanyakan masyarakat Bonjeruk malam itu pergi Bau Nyale, keadaan kampung saat itu lagi sepi, nah ! ini rupanya dimanfaatkan sama orang orang tertentu dan kebetulan juga Petugas Badan Keamanan Desa ( BKD ) dikampung setempat pergi Bau Nyale juga," katanya.

Ditanya mengenai tugas pokok dan fungsi  BKD, Gde Mong mengatakan, hal ini sebenarnya bukan sepenuhnya tanggung jawab BKD, disini juga ada aparat Kepolisian (Polsek Jonggat) akan tetapi mindset atau pola pikir masyarakat, bahwa mengenai apa saja yang terjadi mengenai gangguan Kamtibmas, pasti selalu dikatakan dengan keberadaan dan tupoksi BKD saja. Itu yang terjadi ditengah masyarakat terhadap gangguan Kamtibmas sekarang ini, apapun itu ya BKD, selalu BKD saja yang disebut sebut," keluhnya.

Namun sepertinya mereka lupa," Sambung Gde Mong. Bahwa disini juga yang ikut bertanggung jawab mengenai kamtibmas, misalnya ada pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Jonggat. Tapi mengenai gangguan kamtibmas kami juga tetap selalu berkoordinasi dengan Polsek Jonggat, misalnya seperti dulu setiap jam malam, mereka rajin keliling melakukan Ronda malam dengan menyalakan lampu sirine keluar masuk kampung dan Desa, namun akhir akhir ini hal itu tidak ada lagi mereka lakukan," kata Gde Mong.

Ditanya mengenai kejadian lama kasus pencurian Sepeda motor dan hape Android di English Camp di salah satu spot Pokdarwis Bonjeruk Permai kampung Batu Jering Dusun Bonjeruk Duah Desa Bonjeruk pada waktu lalu, yang sampai saat ini belum bisa diungkap polisi.
Kades mengakui dan membenarkannya, memang hal itu dulu pernah terjadi, namun kami kecewa dengan pemberitaan itu bahwa kata" pengunjung yang dimaksud, itu seolah olah terjadi pada tamu, namun yang kehilangan sepeda motor itu adalah teman2 Pokdarwis," kata Kades yang dikenal ramah ini.

Dari informasi yang didapatkan wartawan dari berbagai sumber, diketahui kasus pencurian di desa Bonjeruk kerapkali terjadi. Salah satu contoh, Pencurian sapi dikampung Batu Jering Dusun Bonjeruk Duah, korban bernama Amak Sane, kehilangan sapi 4 ekor. Almihdar di kampung Ombak Dusun Bonjeruk Duah yang tidak jauh jaraknya dari rumah Amak Sane juga kehilangan sapi 1 ekor.

Kemudian kejadian pencurian sepeda motor dan Hape di English Camp salah satu spot Pokdarwis Bonjeruk Permai terjadi sudah lama, namun sampai saat ini masih belum bisa diungkap polisi. Tidak itu saja pencurian mesin air dan barang barang lainnya sering terjadi di kampung kampung, sampai sampai buah durian, dan bibit bibit buah buahan dan ikan budidaya juga ikut diembat maling. Ada celetuk masyarakat yang berkembang bahwa " pencurian ternak dan lainnya, ibarat ikut arisan tunggu giliran.

Menurut keterangan warga setempat, sangat disayangkan desa Bonjeruk sebagai desa wisata yang sedang berkembang saat ini dinilai rawan pencurian. Kami mohon atensi pihak berwajib dalam hal ini, Kepolisian sektor Jonggat agar lebih meningkatkan patroli dan optimalisasi penjagaan Kamtibmas, begitu juga tupoksi BKD agar dimaksimalkan dan diharapkan kepada kepala desa agar mengaktifkan ronda malam dengan melibatkan masyarakat,"ungkap warga tersebut. (NRNews/Enal)








Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4