24 C
id

Ir. Nazri : BAZNAS Lotim Distribusikan Bantuan Penanganan Covid-19


Photo : BAZNAS Lotim  berikan bantuan penanganan Covid 19 
NURANI RAKYAT NEWS – LOMBOK TIMUR, NTB. Ditengah gencarnya penanganan Covid-19, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur tetap menjalankan tugas dan fungsinya dalam hal pengumpulan, pendistribusian dan pelaporan penerimaan zakat, infaq, dan shodaqoh (ZIS).
“Meski demikian, kami tetap mengacu pada Surat Edaran (SE) Nomor 1 tahun 2020 yang dikeluarkan Baznas Pusat tentang pendistribusian Zakat, Infaq, Shodaqoh (ZIS), dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL), untuk mendukung upaya penanganan wabah Covid-19 serta penanggulangan dampak Covid-19 bagi perekonomian masyarakat,” kata Ir. Nazri, Wakil Ketua IV Baznas Lombok Timur kepada wartawan di ruangannya baru-baru ini.
Menurut Nazri, dalam SE tersebut menegaskan bahwa seluruh Baznas daerah harus tetap melakukan pendistribusian ZIS dan DSKL untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD), masker dan lain sebagainya, diperbolehkan menggunakan sumber biaya dari infaq, shodaqoh sesuai dengan syariat Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
“Sedangkan untuk penanganan umat muslim yang perekonomiannya terdampak pandemi Covid-19, bantuan dapat diberikan melalui seluruh sumber serapan Baznas. Sementara bantuan bagi non-muslim tidak boleh diambilkan dari dana zakat. Namun, diperbolehkan menggunakan dana infaq, shodaqoh, dan DSKL. Hanya penggunaan dana zakat yang tidak diperbolehkan selain zakat,” terangnya.
Dalam surat edaran tersebut, lanjut Nazri, juga telah ditetapkan 6 klaster yang berhak mendapat bantuan dari Baznas. Pertama, klaster tenaga pendidik dan dakwah, seperti guru honorer, marbot, penceramah, dan sejenisnya. Kedua, klaster Usaha Mikro Kecil (UMK), seperti pedagang asongan, warung, dan lain-lain. Ketiga, klaster buruh formal, seperti tenaga honorer, penjaga sekolah, dan lain-lain. Keempat, klaster buruh informal, seperti tukang parkir, buruh pasar, dan sebagainya. Kelima, klaster korban PHK dan pengangguran.
“Bentuk bantuan yang akan diberikan berbeda-beda, tergantung pada kondisi keluarga penerima, karena volume kebutuhan tiap keluarga berbeda-beda. Ada yang berupa paket sembako, ada pula yang berupa uang tunai. Besarannya pun tergantung pada kondisi kebutuhan berdasarkan hasil pengamatan kita. Basis kita tidak hanya menggunakan data saja, tetapi juga realita,” terangnya mantan wartawan itu. (NRNews/ FJ)
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4