Lombok Tengah
NURANI RAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Uji coba penggunaan pasar Jelojok Kopang-Lombok Tengah diwarnai kericuhan. Kericuhan terjadi berawal antar pedagang. Mereka ada yang tidak menempati stand dan lapak sesuai peruntukannya, padahal stand atas namanya sendiri tidak ditempati. Sejumah pedagang beralasan, karena kurang pembeli.
Akibat dari kericuhan ini, membuat petugas dari Pol PP harus kerja ekstra mengamankan. Kendati demikian, para pedagang enggan untuk masuk ke los pasar yang sudah ada. Melihat kericuhan ini, akhirnya pihak Koramil Kopang turut membantu mengamankan, sehingga tidak terjadi kericuhan yang meluas.
Tidak hanya pihak Koramil, Sekretaris Dinas Perindag Lombok Tengah, Lalu Setiawan pun turut melakukan penertiban. Kata dia, kalau dari awal pedagang tidak bisa tertib, uji coba ini ditutup sampai pukul 09.00 pagi.
“Yang jadi masalah pedagang masih bandel, tidak mau menempati lapak los yang sudah ada di dalam. Mereka tetap menumpuk berjualan di luar los,” tegas Setiawan dengan nada suara agak meninggi di tengah kerumunan pedagang, Minggu (10/5/2020).
Uji coba pasar yang dibuka sejak pukul 05.00 ini, tenyata tidak melalui informasi tertulis serta sosialisasi yang mantap. Melainkan pedagang mendapatkan informasi dari petugas pasar, kemudian berantai antar pedagang lainnya. Bahkan ada pedagang yang mengaku, informasi didapat dari petugas retribusi dan boleh berjualan di mana saja. Akibat informasi yang tumpang tindih, kericuhan kian meluas. Mereka saling tuding dan menyalahkan. Tapi petugas dari Pol PP yang sejak pagi sengaja diturunkan menertibkan.
Lebih lanjut dikatakan Setiawan, sebenarnya uji coba ini diperuntukkan bagi pedagang basah dan kering. Pedagang basah seperti pedagang daging dan sayur sudah disiapkan losnya dibagian timur dan barat. Demikian juga bagi pedagang kering seperti alat rumah tangga pun sudah ada stannya, namun mereka lebih memilih berjualan di luar dan tidak membuka stan baginya.
Seperti testimoni yang disampaikan seorang pedagang daging, Baiq Rakmah mengatakan, justru informasi didapat dari petugas pasar. Kemudian informasi ini disampaikan kepada pedagang lainnya bahwa, hari ini (Minggu 10/5) pasar Jelojok mulai dibuka.
“Kalau dibuka sampai jam sembilan, sisa daging yang tidak laku pasti rusak. Kita bisa simpan dalam kulkas, tapi kualitasnya tidak baik,” jelas Baiq Rakmah yang diamini oleh pedagang daging lainnya.
Sampai berita ini dibuat, masih belum ada kepastian, kapan pasar Jelojok akan dibuka secara permanen. Sementara di sisi lain, publik masih dihadapkan dengan covid 19. Mereka diharuskan tertib mengikuti anjuran menggunakan masker, jaga jarak serta stay at home. (NRNews/007)
Uji Coba Pasar Jelojok, Pedagang Masih Membandel
![]() |
| Photo : Sekdis Perindag Loteng ketika memberikan sosialisasi di Pasar Jelojok Kopang |
Akibat dari kericuhan ini, membuat petugas dari Pol PP harus kerja ekstra mengamankan. Kendati demikian, para pedagang enggan untuk masuk ke los pasar yang sudah ada. Melihat kericuhan ini, akhirnya pihak Koramil Kopang turut membantu mengamankan, sehingga tidak terjadi kericuhan yang meluas.
Tidak hanya pihak Koramil, Sekretaris Dinas Perindag Lombok Tengah, Lalu Setiawan pun turut melakukan penertiban. Kata dia, kalau dari awal pedagang tidak bisa tertib, uji coba ini ditutup sampai pukul 09.00 pagi.
“Yang jadi masalah pedagang masih bandel, tidak mau menempati lapak los yang sudah ada di dalam. Mereka tetap menumpuk berjualan di luar los,” tegas Setiawan dengan nada suara agak meninggi di tengah kerumunan pedagang, Minggu (10/5/2020).
Uji coba pasar yang dibuka sejak pukul 05.00 ini, tenyata tidak melalui informasi tertulis serta sosialisasi yang mantap. Melainkan pedagang mendapatkan informasi dari petugas pasar, kemudian berantai antar pedagang lainnya. Bahkan ada pedagang yang mengaku, informasi didapat dari petugas retribusi dan boleh berjualan di mana saja. Akibat informasi yang tumpang tindih, kericuhan kian meluas. Mereka saling tuding dan menyalahkan. Tapi petugas dari Pol PP yang sejak pagi sengaja diturunkan menertibkan.
Lebih lanjut dikatakan Setiawan, sebenarnya uji coba ini diperuntukkan bagi pedagang basah dan kering. Pedagang basah seperti pedagang daging dan sayur sudah disiapkan losnya dibagian timur dan barat. Demikian juga bagi pedagang kering seperti alat rumah tangga pun sudah ada stannya, namun mereka lebih memilih berjualan di luar dan tidak membuka stan baginya.
Seperti testimoni yang disampaikan seorang pedagang daging, Baiq Rakmah mengatakan, justru informasi didapat dari petugas pasar. Kemudian informasi ini disampaikan kepada pedagang lainnya bahwa, hari ini (Minggu 10/5) pasar Jelojok mulai dibuka.
“Kalau dibuka sampai jam sembilan, sisa daging yang tidak laku pasti rusak. Kita bisa simpan dalam kulkas, tapi kualitasnya tidak baik,” jelas Baiq Rakmah yang diamini oleh pedagang daging lainnya.
Sampai berita ini dibuat, masih belum ada kepastian, kapan pasar Jelojok akan dibuka secara permanen. Sementara di sisi lain, publik masih dihadapkan dengan covid 19. Mereka diharuskan tertib mengikuti anjuran menggunakan masker, jaga jarak serta stay at home. (NRNews/007)

Msy jg hrs bantu pemda,jgn membundel, jualan di dlm aj, pembeli pasti masuk, klo tdk ada di liat penjual di luar gt.Rezeki tdk kmana kok, klo di tindak pol pp jgn salahkan mreka ok
BalasHapus