Lombok Barat
NR NEWS. GIRI MENANG LOMBOK BARAT-NTB. Untuk mendapatkan informasi terkait dampak pariwisata pasca covid 19, Komisi I DPRD Kabupaten Jembrana Provinsi Bali,Selasa (4/8) melakukan kunjungan silaturahim ke DPRD Kabupaten Lombok Barat. Tujuan mereka untuk sharing, mendapatkan informasi terkait perkembangan sektor pariwisata pasca pandemi covid 19 di daerah Patut Patuh Patju ini. Tim yang berjumlah 10 orang ini diterima langsung oleh Kabag Humas dan Hukum DPRD lobar, H. Humaidi,SH di Ruang Rapat DPRD Lobar.Dalam kata penerimaannya Humaidi mengemukakan, pasca pandemi covid 19, kondisi pariwisata hampir bisa disamakan dengan daerah lain. Semua obyek wisata bisa tanpa pengunjung yang tentu berdampak pada pendapatan dan ekonomi masyarakat. "Mungkin sama dengan obyek wisata di Jembrana, kami juga di wilayah Senggigi mengalami kondisi yang sama," jelas Humaidi dihadapan Ketua DPRD jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, Ketua dan anggota Komisi I serta sejumlah anggota tim lainnya.
Lebih jelas dikatakan mantan camat Kediri ini, dalam rangka penanganan covid 19 kondisi ekonomi masyarakat hampir mati. Tetapi kondisi ini meskipun belum maksimal bisa diatasi. "Kebetulan Ketua kami tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (forkopimda) yang semua komit untuk sharing pendanaan," kata Humaidi.
Dengan komitmen ini, hampir semua destinasi wisata, secara perlahan bisa dibuka, sehingga ekonomi masyarakat secara perlahan pula bisa menggeliat.
Di tempat yang sama, Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sutharmi dalam arahan kunjunganya mengemukakan, selain bersilaturahmi, tim ingin mempererat komunikasi, tidak saja dari sisi covid 19,tapi soal kelegislatifan dan pemerintah.
Dikaitkan dengan kondisi pariwisata, wanita politisi PDIP Jembrana ini mengaku, Senggigi merupakan daerah wisata pavoritnya jika berkunjung ke Lombok."Kalau di Bali, Senggigi itu seperti di Kute. Tapi pengunjung masih sepi," papar Made. Kendati begitu lanjutnya, pihaknya akan terus menerapkan tiga fungsi DPRD dalam rangka penanganan pandemi covid 19.
Diakhir arahannya, Ni Made juga berharap, eksekutif maupn legislatif di Lombok Barat bisa meluangkan waktu untuk berkunjung ke Kabupaten Jembrana, Bali.(NRNews/007)
Komisi I DPRD Jembrana Sharing ke DPRD Lobar
![]() |
| Photo : Komisi 1 DPRD Kabupaten Jembrana Propinsi BALI melakukan kunker ke Pemda Lombok Barat |
Lebih jelas dikatakan mantan camat Kediri ini, dalam rangka penanganan covid 19 kondisi ekonomi masyarakat hampir mati. Tetapi kondisi ini meskipun belum maksimal bisa diatasi. "Kebetulan Ketua kami tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (forkopimda) yang semua komit untuk sharing pendanaan," kata Humaidi.
Dengan komitmen ini, hampir semua destinasi wisata, secara perlahan bisa dibuka, sehingga ekonomi masyarakat secara perlahan pula bisa menggeliat.
Di tempat yang sama, Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sutharmi dalam arahan kunjunganya mengemukakan, selain bersilaturahmi, tim ingin mempererat komunikasi, tidak saja dari sisi covid 19,tapi soal kelegislatifan dan pemerintah.
Dikaitkan dengan kondisi pariwisata, wanita politisi PDIP Jembrana ini mengaku, Senggigi merupakan daerah wisata pavoritnya jika berkunjung ke Lombok."Kalau di Bali, Senggigi itu seperti di Kute. Tapi pengunjung masih sepi," papar Made. Kendati begitu lanjutnya, pihaknya akan terus menerapkan tiga fungsi DPRD dalam rangka penanganan pandemi covid 19.
Diakhir arahannya, Ni Made juga berharap, eksekutif maupn legislatif di Lombok Barat bisa meluangkan waktu untuk berkunjung ke Kabupaten Jembrana, Bali.(NRNews/007)

Posting Komentar