24 C
id

Asisten 1 Setda HL. Moh Amin, Apresiasi DPRD Gunung Kidul Belajar Pilkades dan Pilkada Ke Loteng


NURANI RAKYATN NEWS. LOMBOK TENGAH NTB-HL. Moh. Amin selaku Asisten 1 Setda Lombok  Tengah, Drs. Jalaludin kepala DPMD ( Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ) Ketua KPU, unsur Bawaslu dan pihak pihak terkait lainnya menerima kedatangan rombongan Komisi A DPRD Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi DIY ( Daerah Istimewa Yogyakarta ) di rupatama Kantor Bupati Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Selasa (25/6/2019).H. Sugiarto selaku ketua Rombongan Komisi A DPRD Gunung Kidul tersebut mengatakan, menjelang pilkades dan Pilkada 2020 mendatang, pihaknya ingin banyak belajar ke Pemkab Lombok Tengah, kedatangannya yaitu untuk menggali dan menghimpun informasi mengenai penyelenggaraan pemilihan kepala desa serentak dan Pilkada bupati, dimana pihaknya mengetahui selama pelaksanaan Pilkades maupun Pilkada yang dilaksanakan di  Kabupaten Lombok Tengah berjalan aman lancar dan kondusif,“kata H. Sugiarto.
Dia juga mengatakan di daerahnya akan menggelar pilkades mapun Pilkada pada tahun 2020 untuk  itu kami ingin menanyakan proses penyelenggaraan pilkades dilombok Tengah termasuk pola penganggaran maupun mekanisme yang telah dilaksanakan, dan selain itu yang paling urgent yang  ingin diketahui polanya dalam pelaksanaan pilkades dan pilkada adalah cara Pemkab Loteng mengantisipasi permasalahan uang akan terjadi dalam pelaksanaannya baik dalam kasus money politik dan terhadap netralitas ASN, kami juga ingin tahu bagaimana caranya menjadi calon maupun cara menyelesaikan segala sengketa dalam pelaksanaan demokrasi itu. Ia mengaku apa yang menjadi informasi tata cara atau mekanisme pilkades maupun pilkada yang pihaknya dapatkan di Pemkab ini tentu mereka ingin terapkan di Kabupaten Gunung Kidul Sebab untuk diketahui selama ini pelaksanaan pilkades maupun pilkada di Kabupaten Gunung Kidul tidak berjalan mulus seperti di Kabupaten Lombok Tengah, dan selalu saja ada korban dan keributan yang terjadi ditengah masyarakat.
Terkait hal tersebut menurut Asisten 1 HL. Moh. Amin mengatakan, sebenarnya mekanisme yang dijalankan dengan Kabupaten Gunung Kidul tidak jauh berbeda dalam pelaksanaan pilkades maupun pilkada, hanya saja, bedanya dalam pelaksanaan pilkades, pihaknya dari Pemkab bersama DPRD sepakat membuat Perda dengan adanya syarat dukungan Fhoto copy KTP 12 % dengan syarat dukungan12 % itu tujuannya untuk membatasi jumlah calon namun untuk penerapan dukungan syarat dukungan 12 % itu harus ada nilai positifnya tapi ada juga nilai negatifnya, karena selain dampak positifnya alan membatasi calon lebih dari 5 orang. Namin sisi negatifnya adalah diperkirakan rawan permainan dalam validasi factual syarat dukungan itu oleh panitia pilkades, sedangkan untuk menyelesaikan segala polemik yang terjadi dalam pelaksanaan pilkades, pihaknya juga membentuk tim penyelesaian sengketa yang masuk dalam tim tersebut tidak hanya dari kalangan birokrasi saja namun dalam tim tersebut ada juga dari tim kepolisian, kejaksaan dan para tokoh masyarakat yang dilibatkan,.intinya dari kunjungam tersebut kita apresiasi DPRD Gunung Kidul belajar pilkades dan pilkada ke Kab. Loteng,”kata Asisten 1.
Dalam kesempatan tersebut Drs. Jalaludin selaku Kepala DPMD juga mengatakan, dalam pilkades tak dipungkiri  pasti akan ada persiapan persoalan yang dinilai berpotensi menimbulkan riak rial kecil baik mulai dari awal penjaringan calon dengan  syarat dukungan 12 %, maupun hingga anggaran untuk pelaksanaan pilkades. Jalaludin menambahkan, untuk diketahui anggaran pelaksanaan pilkades pada tahun 2020 mendatang ada 16 desa di Loteng yang akan melaksanakan Pilkades dan porsi anggaran yang akan ditelan sekitar 1,5 milyar peruntukkannya untuk memenuhi kebutuhan logistik, sedangkan untuk pelaksanaan pilkades serentak terhadap 96 desa sebelumnya, anggaran yang dihabiskan mencapai 5 milyar lebih dan peruntukkan logiistik maupun non logistik, termasuk juga untuk honor semua tim dari pengawas maupun tim penyelesaian sengketa sementara untuk honor pilkades sendiri sudah dianggarkan dari APBDes masing masing desa,” kata Jalaludin.(nr/04)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4