Pemerintahan
Asisten 1 Setda HL. Moh Amin, Apresiasi DPRD Gunung Kidul Belajar Pilkades dan Pilkada Ke Loteng
NURANI RAKYATN NEWS. LOMBOK TENGAH NTB-HL. Moh. Amin selaku Asisten
1 Setda Lombok Tengah, Drs. Jalaludin
kepala DPMD ( Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ) Ketua KPU, unsur Bawaslu
dan pihak pihak terkait lainnya menerima kedatangan rombongan Komisi A DPRD Kabupaten
Gunung Kidul, Propinsi DIY ( Daerah Istimewa Yogyakarta ) di rupatama Kantor
Bupati Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Selasa (25/6/2019).H. Sugiarto
selaku ketua Rombongan Komisi A DPRD Gunung Kidul tersebut mengatakan,
menjelang pilkades dan Pilkada 2020 mendatang, pihaknya ingin banyak belajar ke
Pemkab Lombok Tengah, kedatangannya yaitu untuk menggali dan menghimpun informasi
mengenai penyelenggaraan pemilihan kepala desa serentak dan Pilkada bupati, dimana
pihaknya mengetahui selama pelaksanaan Pilkades maupun Pilkada yang dilaksanakan
di Kabupaten Lombok Tengah berjalan aman
lancar dan kondusif,“kata H. Sugiarto.
Dia juga mengatakan di daerahnya akan menggelar pilkades
mapun Pilkada pada tahun 2020 untuk itu
kami ingin menanyakan proses penyelenggaraan pilkades dilombok Tengah termasuk
pola penganggaran maupun mekanisme yang telah dilaksanakan, dan selain itu yang
paling urgent yang ingin diketahui polanya
dalam pelaksanaan pilkades dan pilkada adalah cara Pemkab Loteng mengantisipasi
permasalahan uang akan terjadi dalam pelaksanaannya baik dalam kasus money
politik dan terhadap netralitas ASN, kami juga ingin tahu bagaimana caranya menjadi
calon maupun cara menyelesaikan segala sengketa dalam pelaksanaan demokrasi
itu. Ia mengaku apa yang menjadi informasi tata cara atau mekanisme pilkades
maupun pilkada yang pihaknya dapatkan di Pemkab ini tentu mereka ingin terapkan
di Kabupaten Gunung Kidul Sebab untuk diketahui selama ini pelaksanaan pilkades
maupun pilkada di Kabupaten Gunung Kidul tidak berjalan mulus seperti di
Kabupaten Lombok Tengah, dan selalu saja ada korban dan keributan yang terjadi
ditengah masyarakat.
Terkait hal tersebut menurut Asisten 1 HL. Moh. Amin mengatakan,
sebenarnya mekanisme yang dijalankan dengan Kabupaten Gunung Kidul tidak jauh
berbeda dalam pelaksanaan pilkades maupun pilkada, hanya saja, bedanya dalam
pelaksanaan pilkades, pihaknya dari Pemkab bersama DPRD sepakat membuat Perda
dengan adanya syarat dukungan Fhoto copy KTP 12 % dengan syarat dukungan12 %
itu tujuannya untuk membatasi jumlah calon namun untuk penerapan dukungan
syarat dukungan 12 % itu harus ada nilai positifnya tapi ada juga nilai
negatifnya, karena selain dampak positifnya alan membatasi calon lebih dari 5
orang. Namin sisi negatifnya adalah diperkirakan rawan permainan dalam validasi
factual syarat dukungan itu oleh panitia pilkades, sedangkan untuk menyelesaikan
segala polemik yang terjadi dalam pelaksanaan pilkades, pihaknya juga membentuk
tim penyelesaian sengketa yang masuk dalam tim tersebut tidak hanya dari
kalangan birokrasi saja namun dalam tim tersebut ada juga dari tim kepolisian,
kejaksaan dan para tokoh masyarakat yang dilibatkan,.intinya dari kunjungam
tersebut kita apresiasi DPRD Gunung Kidul belajar pilkades dan pilkada ke Kab.
Loteng,”kata Asisten 1.
Dalam kesempatan tersebut Drs. Jalaludin selaku Kepala DPMD
juga mengatakan, dalam pilkades tak dipungkiri pasti akan ada persiapan persoalan yang
dinilai berpotensi menimbulkan riak rial kecil baik mulai dari awal penjaringan
calon dengan syarat dukungan 12 %, maupun
hingga anggaran untuk pelaksanaan pilkades. Jalaludin menambahkan, untuk
diketahui anggaran pelaksanaan pilkades pada tahun 2020 mendatang ada 16 desa
di Loteng yang akan melaksanakan Pilkades dan porsi anggaran yang akan ditelan
sekitar 1,5 milyar peruntukkannya untuk memenuhi kebutuhan logistik, sedangkan
untuk pelaksanaan pilkades serentak terhadap 96 desa sebelumnya, anggaran yang
dihabiskan mencapai 5 milyar lebih dan peruntukkan logiistik maupun non
logistik, termasuk juga untuk honor semua tim dari pengawas maupun tim
penyelesaian sengketa sementara untuk honor pilkades sendiri sudah dianggarkan
dari APBDes masing masing desa,” kata Jalaludin.(nr/04)

Posting Komentar