Pemerintahan
Pembebasan Lahan Jalan Tol BIL Tanak Awu Menuju KEK Mandalika Kuta Berjalan Aman Dan Lancar
NURANI RAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH.NTB- Sejumlah Kepala Desa
dikecamatan Pujut berhasil dikumpulkan Sekda kabupaten Lombok Tengah HM. Nursiah
S.Sos M.Si guna membahas rencana pembebasan tanah warga masyarakat sekitar yang
terkena dampak untuk lokasi jalan tol Sengkol Kuta sepanjang 16 km tersebut.
Dari informasi yang dihimpun wartawan, para kepala desa yang sekaligus jadi tim pembebasan lahan tersebut diajak
rapat dan telah menghasilkan beberapa kesepakatan bahwa masyarakat sudah menyetujui
dengan menandatangani beberapa surat kesepakatan untuk batas akhir penyelesaian
kemudian membahas juga tentang apa tugas tim beserta fasilitasnya sudah kita
himpun, tugas mereka hanya mensosialisasikan dan meminta persetujuan masyarakat
kalau batas terakhirnya nanti tanggal 17 Juni mendatang, kata HM. Nursiah Selasa
(11/6/2919) kemarin.
![]() |
| H. Nursiah |
Dikatakan Sekda kemajuan atau perkembangannya dari masyarakat
sudah sangat baik hal itu dibuktikan dengan tidak adanya penolakan ketika tim
pembebasan lahan melakukan pengukuran ke sepanjang lokasi terdampak. Adapun
desa yang terkena dampak pembebasan jalan tol tersebut adalah desa Tanak Awu,
Ketare, Sengkol ,Segala Anyar, Mertak, Sukadana, Pengengat, dan wilayah Desa, Kuta.
Tahapan penyelesaiannya cukup bagus tinggal finalisasi saja karena masyarakat
yang terdampak pembebasan jalan tol tersebut cukup banyak dan membutuhkan lahan
sekitar 80 Hektar untuk dijadikan jalan tol yang menurut rencana jalan tersebut
lebarnya sekitar 50 meter,” terangnya. Lagipula masyarakat sudah bersedia dan
didukung pula oleh masing masing Kades serta perangkat desa masing masing,
lagipula pembebasan ini menguntungkan mereka karena tehnis pembebasan itu tergantung
penilaian
Jadi tidak ada yang merasa dirugikan dan semua tanah yang
dibebaskan itu diselesaikan sesuai aturan yang telah disepakati bersama,” tegas
Sekda. Selain itu juga pembebasan lahan terus menjalin komunikasi dengan masyarakat
beserta perangkat desa yang ada sehingga proses penyelesaian itu berlangsung
aman lancar dan terkendali. Dikatakan Nursiah adapun appraisal pembebasan jalan
tersebut akan ditender dalam waktu dekat ini dan besaran anggaran untuk pembebasan
ini senilai ratusan milyar rupiah. Dengan total anggaran kebutuhan untuk fisik
jalan tolnya saja mencapai 1,4 trilyun rupiah dan mudah mudahan selama pelaksanaan nanti masyarakat sekitar bisa
dilibatkan secara langsung maupun tidak langsung karena dengan melibatkan mereka
itu berarti Pemerintah desa beserta pihak rekanan telah melakukan pemberdayaan
terhadap masyarakat sekitar.(nr/04)

Posting Komentar