24 C
id

Ketua ALARM-NTB Sayangkan Statement Danrem 162 Dinilai Tidak Netral Bijak Dan Mengayomi


NURANIRAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH-NTB. Ketua Aliansi Rakyat Menggugat (ALARM) NTB Lalu Hizzi, sayangkan statemen Kolonel CZI. Ahmad Riza Ramdhani S.sos SH M.Han ( Danrem 162 Wira Bakti ) NTB
Photo : Lalu Hizzi
terkait soal polemik nama Bandara Lombok International Airport (LIA) yang mengatakan di salah satu media online bahwa," gerakan penolakan nama Bandara itu dianggap tidak produktif dan  mengganggu kondusivitas dan keamanan daerah.

Mestinya Danrem tidak boleh menilai gerakan itu hanya dari sisi dampak negatifnya saja, tetapi lihatlah gerakan itu sebagai peringatan kepada pemangku jabatan agar tidak bertindak semena-mena terhadap rakyatnya dalam memaksakan kehendak dan syahwat politik pribadi dan golongan, sehingga rakyatlah yang terinjak-injak dan menjadi korban" tegas Lalu Hizzi

"Aparat pemerintah, baik itu TNI maupun POLRI harus cermat melihat persoalan ini, ini bukan hanya pergantian nama, tetapi cara dan bagaimana pemangku kebijakan dalam hal ini pemerintah telah keliru dalam membangun komunikasi dengan rakyatnya, bukankah jabatan pemerintah itu adalah representasi dari rakyatnya yang harus diberlakukan adil," sambung Hizzi.

Sementara, Menteri Perhubungan juga telah menyerahkan ke daerah untuk di rekokonsilidasi terkait dengan pengusulan pergantian nama tersebut karena sejak surat Menteri Perhubungan nomor : 1421 itu diterbitkan gelombang protes mulai bermunculan disebabkan prosedur pengusulan itu cacat dan keliru

Menurut saya," kata Hizzi " aparat tidak perlu bertindak berlebihan apalagi mengancam kami untuk ditindak tegas, kami rakyat berdaulat dan kedaulatan itu bersifat mutlak yang dilindungi oleh konstitusi" tegas Hizzi

Sementara menanggapi masukan dari beberapa pihak terkait soal penyelesaian dengan cara musyawarah dan urun rembuk, Hizzi mengatakan "Kami dukung penyelesaian ini dengan cara musyawarah dan mufakat, dan kami sudah mendahului pemerintah untuk melakukan itu, tetapi nyatanya pemerintah sendiri yang bertindak dengan cara memaksakan kehendak.

Kita tahu Danrem Kolonel CZI. Ahmad Riza orang baru di NTB tentu beliau harus lebih jauh mempelajari karakteristik dan tipologi masyarakat Lombok Tengah secara menyeluruh sehingga tidak berstatement yang justru terkesan memojokkan pihak lainnya. Kalau mau tahu persoalan Lombok Tengah yang sebenarnya terutama sejarah tentang berdirinya Bandara Internasional Lombok yang mengakari persoalan ini, kami  menyarankan Danrem mungkin perlu banyak silaturahmi dan berdiskusi dengan tokoh tokoh Lombok Tengah lainnya, salah satunya  terutama kepada seniornya Lalu Rudi Irham Srigede mantan Danrem 162 WB yang juga sebagai tokoh di Lombok Tengah," kata Hizzi.( NRNews29)
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

1 komentar

  1. Yang menolak hanya segelintir orang dan justru terkesan memaksakan kehendak. Apa salahnya kita memuliakan tokoh kita. Ego harus diredam dan harus tolehlah kiri dan kanan. Yg menolak akan membuat tersinggung yang mendukung. Kalau ada indikasi korupsi di departemen perhubungan lingkup bandara ada yang demo pasti pastilah akan terlihat seperti pahlawan, kalau hanya karena ini yg nampak hanya terlihat iri.

    BalasHapus
Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4