Headline
Bupati : Komitmen Kepala Desa Kita Tuntut agar Adil dan Konsekwen Terhadap pembangunan desa wisata dan pemberdayaan masyarakatnya
NURANIRAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH-NTB. Menindaklanjuti rakor tim percepatan pembangunan desa wisata di DPMD Lombok Tengah selasa ( 26/11) yang dipimpin Ir H. Nasrun MM/ Asisten 2 dan Drs. Jalaludin Kadis DPMD minggu lalu. Sekitar 50 kepala Desa selombok Tengah menandatangani Fakta Integritas pengalokasian penganggaran DD/ADD dalam APBdes tahun 2020 mendatang untuk mendukung desa wisata masing masing. Dari pantauan wartawan acara yang digelar di Bencingah Adiguna Praya Jumat lalu (28/11) Selain Bupati acara tersebut dihadiri juga oleh HL
Fathul Bahri S.Ip Wakil Bupati Lombok Tengah, seluruh Kepala Dinas /SKPD, ketua BPPD Ida Wahyuni S. dan Ketua Forum Desa Wisata TASTURA Lombok Tengah L. Jasmawadi MT. Acara tersebut diprioritaskan untuk optimalisasi percepatan pembangunan desa wisata Lombok Tengah.
Setelah penandatanganan Fakta Integritas tersebut Bupati mengatakan dari 50 desa ini ada 3 kriteria yang sudah berjalan terkait regulasi aturan untuk pengalokasian. Nilai penganggaran itu variatif tergantung kondisi desa masing masing atau tergantung bidangnya, ada Pertanian, pariwisata tapi mereka lebih dominan melakukan pengangguran untuk pemberdayaan masyarakat," ungkap Bupati.
Dari 50 desa wisata ini mereka terdiri dari wisata pantai, wisata alam, wisata adat budaya, wisata sejarah, wisata
agro/ekowisata dan wisata kuliner,” kata Bupati yang didampingi Ida Wahyuni Sahabudin ketua BPPD Lombok Tengah.
Dikatakannya, “Dalam pengembangan wisata desa ini tidak mesti fisik saja yang mereka kembangkan.
Aman bersih sehat dan religius, keempat aspek ini sudah menjadi pondasi kita. Lombok ini cantik lho, tapi kita harus kedepankan kondisi yang aman bersih indah sehat dan nyaman sesuai dengan konsep Sapta Pesona, pasti banyak yang datang ke Lombok terutama ke Lombok Tengah dan untuk pengunjung saya yakin mereka pasti banyak yang mau menginap ke rumah rumah penduduk atau homestay. Nah untuk mendapatkan rumah sehat bersih aman dan nyaman, sanitasinya dibenahi lingkungannya dibersihkan. Jadi konsep wisata kita sederhana saja asalkan kebersihan keamanan kenyamanan keindahan keramahanan dan kesehatan lingkungan menjadi modal dasar yang perlu diperhatikan.
Diketahui karunia Allah untuk NTB ini sudah luar biasa, alamnya sudah dibuatkan
sedemikian menarik untuk mengundang orang yang datang berwisata. Kita ingin kemas kehidupan dan kearifan lokal Lombok Tengah yang khas dan unik ini, kemas tapi jangan dimodifikasikan terlalu modern, misalnya kesopanan cara berpakaian adab etika itu penting dikedepankan jangan menyalahi norma aturan, lebih penting lagi etika dan nilai nilai adat budaya juga harus dikedepankan.
Kembali ke Fakta Integritas tadi sebagai bentuk kolaborasi Pemda dengan desa wisata itu sudah pasti, nanti ada fungsi pengawasan, mengarahkan, kontrol, pembinaan dan ada juga program program dari kementrian pusat begitu juga dari Kabupaten, kendati banyak hal yang perlu diprioritaskan tapi yang lebih sederhana kita kembali kepada ke 4 konsep itu tadi seperti” amankan, bersihkan, sehatkan dan kita religiuskan," kata Bupati.
Untuk program pemasangan internet di desa desa, itu nantinya akan kita mulai pada awal tahun 2020 mendatang supaya pengembangan informasi harus sampai kedesa desa. Menariknya salah seorang wartawan menanyakan peran BPPD berikut penganggarannya, Bupati mengatakan hal itu yang paling penting dalam bekerja sudah didasari dengan niat tulus ikhlas, banyak cara dan jalan yang diberikan Allah untuk kita kerjakan kedepan,” kata Bupati, disambut riuh dari para wartawan yang hadir ditempat itu. Termasuk juga ketua BPPD yang ikut senyum senyum disamping Bupati.
Terkait dengan kepala desa yang tidak sejalan dengan pengembangan wisata desanya berikut dukungan terhadap semua Pokdarwis yang ada di Desa setempat, Bupati mengatakan, itu perlu dimusyawarahkan karena tadi dalam penandatangan fakta integritas dukungan desa terhadap Pokdarwis harus diprioritaskan.
Dalam komitmen itu kita tuntut mereka agar bisa dinamis dengan semua stake holder yang ada, begitu juga dengan penganggaran sebesar 10 persen dari DD/ADD yang dimaksud, karena kami ini mewakili masyarakat menjadi saksi terhadap komitmen 50 kades tersebut untuk melakukan penganggaran DD/ADD agar dipergunakan sebaik mungkin untuk membangun desa wisata masing masing, hal itu sudah diatur dalam regulasi penganggaran walau sekarang itu belum bisa diseragamkan karena porsinya beda beda dan itu tergantung potensi desa masing masing,” kata Bupati.(NRNews/29)
50 Kepala Desa tandatangani Fakta Integritas Pengalokasian Anggaran DD/ADD untuk Desa Wisata
![]() |
| Bupati, 50 Kepala Desa/ beserta Kepala DPMD Loteng Ketua BPPD dan ketua Forum Desa Wisata TASTURA loteng pada saat foto bersama penandatanganan fakta integritas Kepala Desa |
NURANIRAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH-NTB. Menindaklanjuti rakor tim percepatan pembangunan desa wisata di DPMD Lombok Tengah selasa ( 26/11) yang dipimpin Ir H. Nasrun MM/ Asisten 2 dan Drs. Jalaludin Kadis DPMD minggu lalu. Sekitar 50 kepala Desa selombok Tengah menandatangani Fakta Integritas pengalokasian penganggaran DD/ADD dalam APBdes tahun 2020 mendatang untuk mendukung desa wisata masing masing. Dari pantauan wartawan acara yang digelar di Bencingah Adiguna Praya Jumat lalu (28/11) Selain Bupati acara tersebut dihadiri juga oleh HL
Fathul Bahri S.Ip Wakil Bupati Lombok Tengah, seluruh Kepala Dinas /SKPD, ketua BPPD Ida Wahyuni S. dan Ketua Forum Desa Wisata TASTURA Lombok Tengah L. Jasmawadi MT. Acara tersebut diprioritaskan untuk optimalisasi percepatan pembangunan desa wisata Lombok Tengah.
Setelah penandatanganan Fakta Integritas tersebut Bupati mengatakan dari 50 desa ini ada 3 kriteria yang sudah berjalan terkait regulasi aturan untuk pengalokasian. Nilai penganggaran itu variatif tergantung kondisi desa masing masing atau tergantung bidangnya, ada Pertanian, pariwisata tapi mereka lebih dominan melakukan pengangguran untuk pemberdayaan masyarakat," ungkap Bupati.
Dari 50 desa wisata ini mereka terdiri dari wisata pantai, wisata alam, wisata adat budaya, wisata sejarah, wisata
![]() |
| HM. Suhaili FT SH |
Dikatakannya, “Dalam pengembangan wisata desa ini tidak mesti fisik saja yang mereka kembangkan.
Aman bersih sehat dan religius, keempat aspek ini sudah menjadi pondasi kita. Lombok ini cantik lho, tapi kita harus kedepankan kondisi yang aman bersih indah sehat dan nyaman sesuai dengan konsep Sapta Pesona, pasti banyak yang datang ke Lombok terutama ke Lombok Tengah dan untuk pengunjung saya yakin mereka pasti banyak yang mau menginap ke rumah rumah penduduk atau homestay. Nah untuk mendapatkan rumah sehat bersih aman dan nyaman, sanitasinya dibenahi lingkungannya dibersihkan. Jadi konsep wisata kita sederhana saja asalkan kebersihan keamanan kenyamanan keindahan keramahanan dan kesehatan lingkungan menjadi modal dasar yang perlu diperhatikan.
Diketahui karunia Allah untuk NTB ini sudah luar biasa, alamnya sudah dibuatkan
![]() |
| HL.Fathul Bahri dan L. Jasmawadi |
Kembali ke Fakta Integritas tadi sebagai bentuk kolaborasi Pemda dengan desa wisata itu sudah pasti, nanti ada fungsi pengawasan, mengarahkan, kontrol, pembinaan dan ada juga program program dari kementrian pusat begitu juga dari Kabupaten, kendati banyak hal yang perlu diprioritaskan tapi yang lebih sederhana kita kembali kepada ke 4 konsep itu tadi seperti” amankan, bersihkan, sehatkan dan kita religiuskan," kata Bupati.
Untuk program pemasangan internet di desa desa, itu nantinya akan kita mulai pada awal tahun 2020 mendatang supaya pengembangan informasi harus sampai kedesa desa. Menariknya salah seorang wartawan menanyakan peran BPPD berikut penganggarannya, Bupati mengatakan hal itu yang paling penting dalam bekerja sudah didasari dengan niat tulus ikhlas, banyak cara dan jalan yang diberikan Allah untuk kita kerjakan kedepan,” kata Bupati, disambut riuh dari para wartawan yang hadir ditempat itu. Termasuk juga ketua BPPD yang ikut senyum senyum disamping Bupati.
Terkait dengan kepala desa yang tidak sejalan dengan pengembangan wisata desanya berikut dukungan terhadap semua Pokdarwis yang ada di Desa setempat, Bupati mengatakan, itu perlu dimusyawarahkan karena tadi dalam penandatangan fakta integritas dukungan desa terhadap Pokdarwis harus diprioritaskan.
Dalam komitmen itu kita tuntut mereka agar bisa dinamis dengan semua stake holder yang ada, begitu juga dengan penganggaran sebesar 10 persen dari DD/ADD yang dimaksud, karena kami ini mewakili masyarakat menjadi saksi terhadap komitmen 50 kades tersebut untuk melakukan penganggaran DD/ADD agar dipergunakan sebaik mungkin untuk membangun desa wisata masing masing, hal itu sudah diatur dalam regulasi penganggaran walau sekarang itu belum bisa diseragamkan karena porsinya beda beda dan itu tergantung potensi desa masing masing,” kata Bupati.(NRNews/29)



Posting Komentar