24 C
id

Wakil Bupati dan Kepala DPMD Apresiasi Agenda Bulanan Forum Desa Wisata TASTURA di Dewi Puyung Jonggat

Photo bersama Wakil Bupati HL.Fathul Bahri S.IP. Kepala DPMD Drs. Jalaludin, L. Jasmawadi MT Ketua Forum Dewi TASTURA dan rekan rekan Pokdarwis
Wakil Bupati : Desa Yang Tidak Kooperatif Akan Kita Coret dan keluarkan Sebagai Desa Wisata

NURANIRAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Agenda pertemuan bulanan Forum Desa Wisata " DEWI " TASTURA Lombok Tengah sebagai ajang silaturahmi dan diskusi yang diadakan di Desa Wisata Puyung pada hari Ahad (1/12) lalu adalah kegiatan bulanan Pokdarwis yang tergabung dalam Forum Dewi TASTURA Lombok Tengah. Hadir ditempat itu Wakil Bupati Lombok Tengah HL. Fathul Bahri S.IP.
Kepala Dinas DPMD Drs. Jalaludin. Kepala Desa Puyung Lalu Edit Rahardian, Kadus kerembeng. Ketua Forum Desa Wisata " Dewi TASTURA L. Jasmawadi MT (Pokdarwis Agung Andika desa Wisata Ganti Praya Timur, Wakil Ketua L. Sapta Setiawan (Pokdarwis Kopang Rinjani Shelter) Humaili dari Pokdarwis Janggot Desa Wisata Aik Berik, Sukria Wijaya dari Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat Desa Wisata Sejarah Bondjeroek dan juga Pokdarwis yang tergabung dalam Forum Dewi yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Dalam sambutannya HL. Fathul Bahri mengatakan,” Terlaksananya pertemuan bulanan Forum Desa wisata yang dirangkai dengan silaturahmi sangat kami apresiasi karena ini menandakan perkembangan desa wisata cukup pesat di Lombok Tengah. Hal ini berkaitan juga dengan adanya KEK Mandalika dan keberadaan Sirkuit Moto GP yang akan dimulai tahun 2021 mendatang.
Wakil Bupati juga menjelaskan," Niat untuk meningkatkan PAD adalah suatu keharusan yang tetap kita prioritaskan dari sektor pariwisata. Kemudian terkait dengan keberadaan desa wisata kita terus berpikir untuk terus menerus menggerakkan desa dengan maksimal.

Oleh karena itu fakta integritas sudah kita sepakati bersama dengan 50 kepala desa
khususnya desa wisata. Dalam penandatanganan fakta integritas itu disepakati bersama dengan per satu semester kita evaluasi mereka. Kalau satu semester desa desa yang telah menandatangani Fakta integritas itu tidak bergerak, tidak mengoptimalkan penganggaran DD/ADD nya serta tidak kooperatif untuk memberdayakan semua stake holder atau potensi yang ada untuk melibatkan semua Pokdarwis atau pegiat desa wisata secara menyeluruh didesanya masing masing, maka kita akan coret dan keluarkan dia dari SK desa Wisata,” tegas Wakil Bupati.

Tujuan kedua adalah bagaimana memaksimalkan anggaran desa sesuai dengan regulasi yang ada untuk meningkatkan daya saing produsen dan konsumen khususnya. Itu menjadi harapan besar kita kedepan, karena kalau kita melihat dan menghitung PAD Lombok Tengah yang paling besar adalah sektor pariwisata. Dicontohkan wakil Bupati," Novotel saja enam tahun yang lalu kita sudah mendapatkan PAD 1,8 milyar, namun saat ini kita sudah ada peningkatan

menjadi  8 milyar dari Novotel, belum lagi hotel hotel yang lain dan restaurantnya, Dengan kondisi ini yang memacu semangat kita untuk terus bergerak. Diketahui daya tampung Hotel di Lombok ini hanya dapat menampung 50 ribu tamu dari 120 ribu pengunjung pada saat Sirkuit Moto GP mulai beroperasi.

Dari 120 ribu pengunjung ini kita hanya dapat menampung 50 ribu tamu sepulau Lombok dan itu adalah hasil Visibility Dorna di Prancis. Nah hitungan 70 ribu tamu itu akan menginap di Bali, sehingga pelabuhan Awang ditimur KEK Mandalika akan diangkat statusnya menjadi pelabuhan peti kemas, sehingga untuk mengangkut turis yang datang dari Bali, Singapura Australia itu memakai kapal pesiar dan Bandara yang kita miliki juga harus ditingkatkan setiap tahunnya.," kata Wabup.
Untuk Bandara kita saat ini mendapat anggaran sekitar 1,3 trilyun yang akan digunakan untuk perpanjangan Runway tempat parkir Bandara dan infrastruktur lainnya, karena ditahun 2021 Bandara Internasional Lombok sudah bisa didatangi oleh pesawat berbadan lebar. Dikatakan Wabup,"  sekarang kalau kita berpikir tamu yang 50 ribu itu tidak bisa kita tampung untuk menginap di hotel hotel, maka jawabannya adalah desa wisata.
Namun tentunya desa desa wisata itu harus melengkapi sarana pendukungnya termasuk infrastruktur. Desa desa wisata ini cukup memberikan gerak dan daya dorong semua masyarakat Lombok Tengah, karena itu niat pak Kadis DPMD Drs Jalalaudin membuat fakta integritas itu sangat pas sekali sebagai langkah tepat dan cerdas dan nantinya kita bisa mengevaluasi desa desa yang ada termasuk desa Puyung," tutup Wakil Bupati.

Ditempat yang sama Kepala DPMD Drs. Jalaludin mengatakan," Keberadaan Forum Desa Wisata TASTURA yang menaungi Pokdarwis akan kita dukung terus dan kita ingin bangun satu diskusi yang intens dari semua unsur pelaku desa wisata, nantinya kami juga akan melibatkan dan mengundang rekan rekan Forum Desa Wisata TASTURA untuk berdiskusi panjang lebar terhadap harapan kita, keinginan dan juga kemauan atau konsep kita bersama untuk kita jadikan panduan, sehingga arah kebijakan kita untuk membangun desa wisata secara terpadu tentunya akan melibatkan semua stake holder yang ada.

Di DPMD untuk konsep persoalan kita adalah pemetaan potensi dan yang terpenting kita harus komitmen dulu dengan desa untuk memprioritaskan penganggaran DD/ADD mereka dan konsep ini harus jelas, jangan hanya keinginan dan harapan saja lalu macet ditengah jalan. Dikatakan Jalaludin," dengan menandatangani fakta integritas itu adalah  untuk melihat dan menguji desa desa.Terkait dengan Forum DEWI TASTURA pemikiran dan ide kreatif sebaiknya dibicarakan semua di internal Forumnya, sehingga nantinya bisa kita padukan dengan program program kita yang ada di Kabupaten dan nanti akan kami sampaikan kepada Bupati Wakil Bupati dan Sekda agar segera ditindaklanjuti,” kata Drs. Jalaludin.(NRNews/29)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

1 komentar

  1. Desa Wisata Dewi Puyung semoga menjadi barometer wisata kuliner bg desa" yg lain,,,,

    BalasHapus
Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4